Posted by: niadilova | 02/04/2016

Pengelolaan sampah di Belanda

12910273_10209249345140266_494923743_nBelanda adalah salah satu negara Eropa yang tergolong necis dan bersih. Tata ruangnya dikelola dengan baik. Oleh karena itu, negara yang wilayahnya cukup kecil ini tetap kelihatan luas dan lapang. Taman-taman publik, areal pertanian, dan hutan lindung ditata sedemikian rupa sehingga bagian dari lingkungan yang berfungsi menyediakan ruang hijau dan udara bersih ini selalu dapat ditemukan di antara perkampungan-perkampungan penduduk dan kawasan-kawasan urban.

Berbicara tentang budaya bersih suatu bangsa tentu terkait erat dengan kebiasaan masyarakatnya membuang sampah pada tempatnya.  Mengumpulkan sampah secara teratur di tempat-tempat yang sudah disediakan sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir sudah merupakan perilaku yang inheren dalam budaya masyarakat Belanda.

Tong-tong dan bak-bak sampah dapat ditemukan di mana-mana, sejak dari pinggir-pinggir jalan sampai taman-taman. Ada kota-kota yang mendesain bentuk tong sampah sendiri, yang menambah ciri khas kota bersangkutan.

Pengelolaan sampah di Belanda

Setiap rumah tangga Belanda melengkapi dapurnya dengan bak sampah. Akan tetapi tong-tong sampah kecil sering pula ditemukan di bagian ruang manapun di dalam rumah.  Kantong plastik untuk sampah, dengan berbagai ukuran, dapat dibeli di toko-toko serba ada. Benda ini pasti tersedia di setiap rumah di Belanda.

Kantong plastik sampah yang telah penuh (umumnya berwarna hitam) akan ditaruh di depan rumah atau dalam bak sampah yang ditaruh di pinggir jalan atau gang-gang. Pada pagi hari mobil-mobil sampah akan mengambil bungkusan-bungkusan plastik itu. Para petugas sampah (vuilnisman) yang berpakaian khusus berwarna oranje tidak akan membiarkan sampah-sampah menumpuk beberapa hari. Mobil pengangkut sampah akan mengambilnya setiap pagi. Kalau di kawasan pasar, biasanya mobil sampah akan mengambil sampah-sampah pada sore hari, setelah toko-toko tutup.

12939717_10209249386541301_1580309077_n

Tentu saja sistem pengelolaan sampah di Belanda dilakukan secara mekanik, tidak manual sebagaimana ditemukan di negara-negara berkembang. Foto-foto yang dilampirkan di sini dapat memberi kesan tentang bagaimana mengelola sampah di Belanda. Demikianlah umpamanya, untuk mengambil sampah dari bak-bak sampah, digunakan truk-truk sampah yang memakai lengan robot, yang mampu menghemat tenaga manusia. Truk-truk memiliki mesin kompresor untuk memadatkan sampah itu sehingga banyak sampah dapat dimasukkan ke truk.

Pengelolaan sampah di Belanda1

Pengelolaan sampah di Belanda2

Pengelolaan sampah di Belanda3

Pembagian jenis sampah yang lebih nyata dapat dilihat di tong-tong sampah besi besar yang ditaruh berderet di tempat-tempat tertentu di kompleks-kompleks perumahan. Biasanya ada tiga tong yang diletakkan berjejer: untuk sampah jenis kaca, untuk sampah jenis kertas, dan untuk pakaian bekas. Sampah kaca dan kertas dapat didaur ulang. Sedangkan pakaian-pakaian bekas biasanya disumbangkan ke negara-negara miskin di Afrika.Truk-truk sampah yang berbeda akan mengambil masing-masing jenis sampah itu secara periodik. Selain itu, ada juga truk sampah yang lebih kecil yang bertugas memungut sampah di bak-bak sampah di tempat-tempat publik, seperti di taman-taman, halte-halte bis, dan stasiun-stasiun kereta api.

Ada jenis sampah yang lebih berat lagi, yaitu barang-barang bekas rumah tangga, baik elektronik maupun furniture. Barang-barang itu, ketika dibeli, sebenarnya sudah  mamasukkan biaya pembuangannya. Barang-barang jenis ini biasanya dibuang pada hari Selasa malam. Paginya truk-truk  sampah dari jenis yang lain lagi akan mengambil barang-barang bekas itu. Kadang-kadang pada Selasa malam itu ada orang yang  mengambil sebagian dari barang-barang itu yang masih bagus untuk dijadikan jualan barang bekas.

Pengelolaan sampah di Belanda4

Pengelolaan sampah di Belanda5

Selain sampah kasar, debu jalanan juga selalu diambil dengan truk penghisap debu. Foto yang kami tampilkan di sini antara lain memperlihatkan mobil-mobil penghisap debu jalanan sedang bekerja. Mereka bekerja hampir setiap hari, menjelajahi jalan-jalan, gang-gang, lingkungan apartemen, dan alun-alun kota. Mobil penghisap debu ini bekerja sangat efektif: dengan dua sapu silinder di bagian depan, mobil-mobil penghisap debu jalanan ini membersihkan debu-debu sampai ke pinggir-pinggir trotoar dan halaman-halaman apartemen/kompleks perumahan.

Salah satu elemen lain yang sangat penting di Belanda menyangkut pemeliharaan kebersihan dan kesehatan adalah cleaning service. Pekerjaan ini dilakukan secara profesional: ada agen khusus yang menyediakan jasa cleaning service. Setiap gedung publik dibersihkan oleh beberapa orang petugas cleaning service setiap hari. Secara periodik, seorang bos akan mengecek hasil kerja anak buahnya.

Pengelolaan sampah di Belanda6

Namun, selalu saja ada sampah yang tercecer di mana-mana. Mungkin sampah-sampah yang tercecer itu dibuang secara tidak sengaja oleh para pendatang atau orang mabuk. Untuk mengumpulkan sampah-sampah yang tercecer itu, Pemerintah Belanda punya cara unik: mereka mempekerjakan beberapa orang pemabuk atau para kriminal ringan yang sedang dibina oleh pemerintah untuk mengumpulkan sampah-sampah yang tercecer itu. Untuk pekerjaan itu mereka tidak digaji, tapi hukumannya akan dikurangi atau dianggap sebagai kompensasi terhadap subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka. Mereka akan berjalan secara berkelompok (sekitar 4-5 orang) dengan membawa kantong sampah dan tongkat pengambil sampah (lihat foto). Mereka mengenakan pakaian khusus yang dapat dikenali sebagai pakaian pemungut sampah. Selain itu, sering pula aksi bersih lingkungan melibatkan anak-anak sekolah atau orang-orang yang memiliki waktu luang. Mereka melakukan itu dengan riang. Sampah yang tercecer bisa juga ditemukan di kanal-kanal. Secara periodik penjaring sampah dengan boatnya akan mengumpulkan sampah-sampah yang tercecer di kanal-kanal itu. Bahkan ada orang yang bekerja sebagai ‘pengail sampah’ profesional yang ‘memancing’ sampah-sampah plastik di kanal-kanal dan mendaur ulangnya menjadi granulat yang kemudian digunakan sebagai bahan baku untuk membuat perahu (boat) (lihat: https://www.youtube.com/watch?v=DzIwf73yhkQ)

Pengelolaan sampah di Belanda7

Tahap yang paling penting dalam pengelolaan sampah adalah pada penanganan akhir. Mungkin di sini letak perbedaannya dengan negara-negara berkembang. Di Belanda, sebagaimana halnya di negara-negara maju lainnya, banyak jenis sampah dapat didaur ulang (lihat foto). Bahkan ada jenis sampah yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar. Penggolongan jenis sampah yang sudah dilakukan sejak  dari hulu (di rumah tangga) tentu akan sangat membantu proses penanganan akhir. Banyak bahan-bahan baru hasil daur ulang yang dihasilkan dari sampah-sampah itu.

Demikian gambaran selintas mengenai pengelolaan sampah di Belanda. Jika lingkungan bersih, rakyat tentu sehat. Kuncinya antara lain adalah: kepedulian terhadap sampah. Ini kelihatan sepele tapi jelas terkait dengan budaya masyarakat dan kepedulian pemerintah. Studi banding ke Belanda untuk mempelajari pengelolaan sampah di Negeri Kincir Angin itu yuk!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: