Posted by: niadilova | 30/03/2016

Visual Klasik Nusantara #30 – Pak Saman: Suksesor Mbah Samin Surosentiko, pemimpin orang Samin di Blora (1955)

Pak Saman - Suksesor Mbah Samin Surosentiko, pemimpin orang Samin di Blora

Catatan: Dalam keterangan yang menyertai foto ini tertulis (ejaan disesuaikan):

Orang Samin

Orang Samin, atau masyarakat Samin, mungkin buat para pembaca namanya kerap kali terdengar. Tetapi sudahkah kesemuanya itu mengerti, apakah “Samin” itu dan bagaimanakah asal mulanya ada masyarakat Samin? Untuk melengkapi tulisan tentang “Blora” [tulisan ini bagian darinya] dan sekedar sebagai bahan pengetahuan kita bersama, baiklah kita bahaskan tentang “Saminisme” menurut dokumentasi yang kita peroleh. Sebab menceritakan sekitar daerah Blora tidak akan lepas sedikit atau banyak soal “Saminisme” yang membikin populernya Blora dan ikut serta menjadi objek tinjauan pula.

Dalam daerah Kabupaten Blora ada sebagian masyarakat yang terkenal dengan sebutan Samin. Nama Samin itu […]berasal dari salah seorang penduduk bernama SAMIN SUROSENTIKO. Karena Samin Surosentiko terkenal dengan faham atau keyakinan[nya] sebagai seorang yang bares (lugu), zakelijk[, dan] tidak mau dipengaruhi oleh orang/faham lain, maka penganut dari Samin Surosentiko itu disebut “masyarakat Samin” atau “Saminisme”.

Menurut Saminisme, yang menjadi pegangan manusia hidup ialah “Hukum Karma” (Karma – adalah bahasa Sanskerta, artinya perbuatan). Hukum Karma berarti hukum “Sebab dan akibat”. Yaitu tiada suatu akibat yang tiada sebabnya atau sebaliknya, tidak ada sesuatu sebab tanpa akibat atau kejadiannya. Keyakinan Saminisme adalah: “nandur pari ngunduh pari’ (menyebarkan padi tumbuh padi dan akan memetik buahnya padinya. Nandur jagung, tukul jagung! Becik ketitik, ala ketara! (baik dan buruk akan berakibat yang selaras).

Tidak pernah hukum alam (Hukum Karma) ini membuktikan kebalikannya: “Nandur pari – tukul jagung – ngunduh rawe.”

Hubungan Samin dengan Agama baik. Saminisme tidak membeda-bedakan agama. Menurut Samin: Semua agama baik, maka Samin tidak mengingkari agama (membenci agama). Menurut pelajaran Samin, manusia itu sama saja, sama hidup tiada bedanya. Yang berbeda itu hanya perjalanan hidup dari perbuatan atau pekertinya (berbuat baik dan buruk). Orang hidup tinggal merdeka memilih satu di antara dua: baik atau buruk. Jadi yang penting bagi orang Samin adalah tabiatnya: Sekalipun ulama, priyayi, pembesar dan sebagainya, apabila tabiat[nya] busuk, ya busuk pekertinya.

Selanjutnya menurut Saminisme, yang terpenting ialah isinya [hidup], artinya, prinsipnya (pokok tujuannya), bukan lahirnya dan bukan kata-kata yang muluk-muluk.

Begitulah pandangan hidup [orang] Samin [pengikut Mbah Samin Surosantiko]. Karena itu orang penganut aliran Samin mesti umumnya orang yang jujur, konsekwen. Mereka selalu berdiri di atas kebenaran. Hanya anehnya orang Samin dalam pembicaraan mempunyai dialek sendiri. Kalau bukan orang Samin atau orang yang pernah menetap di daerah Samin, kiranya tidak akan dapat menangkap pembicaraan mereka. Di antara istilah-istilah Samin antra lain jika menyebut “orang meninggal” dikatakan “salin penganggo”, “mangan” = “ingon”, “bojo” = “sikep”, “duwe gawe” = “adang akeh”, dll. Bahkan orang Samin terhadap siapapun selalu menyebut “saudara” atau “sedulur”. Sebab menurut orang Samin, manusia itu sama saja, “sami-sami”, tidak ada bedanya.

Menurut cerita yang agak legendaris, asal mulanya timbul aliran Samin dikembangkan oleh Surosentiko, yaitu semasa ia sedang bertapa telah menemukan “sebuah buku kuno” yang memuat pelajaran-pelajaran pandangan hidup Samin. Konon katanya buku itu adalah peninggalan dari Raja Amarta yang dinamakan kitab “Kalima Sada”. Sejak itulah ia memberi pelajaran kepada orang-orang penduduk sekitarnya sehingga [ia] mendapat julukan “Ratu Adil”. Sedang para penganutnya hingga kini terkenal dengan sebutan “Orang Samin”.

Samin Surosentiko adalah [se]orang [lelaki yang] berasal dari Ploso Kediren, Kecamatan Randublatung. Dan sampai sekarang [1955] satu-satunya daerah Samin yang terkenal ialah di Bapangan, Kecamatan Manden. Tetapi Samin Surosentiko sudah lama wafat dalam pengasingan semasa pemerintahan Belanda. Satu-satunya pemimpin yang sampai sekarang masih ada ialah PAK SAMAN yang berumur lk. 70 tahun [lihat foto di atas; dalam keterangan foto itu namanya ditulis “Pak Samin”, sebenarnya “Pak Saman”]. Pak Saman inilah yang selalu memberi jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang aliran “Samin”.

Demikianlah pembaca, kita perkenalkan Blora dengan serba serbinya.

Tambahan info: Mbah Samin Surosentiko yang memiliki nama kecil Raden Kohar, pendiri dan pelopor Aliran Samin, lahir pada 1859 di Kediren, Randublatung, Blora, Jawa Tengah. Beliau wafat dalam pembuangan Belanda sebagai “orang rantai” di kota “Tambang Batubara” Sawahlunto, Sumatera Barat, tahun 1914. Beliau dengan beberapa orang pengikutnya dibuang Belanda ke Sawahlunto karena Belanda khawatir melihat gerakannya “Ratu Adil” yang dibawanya, yang diikuti oleh makin banyak orang, dan oleh karena itu dianggap sebagai ancaman terhadap otoritas Belanda di Blora dan sekitarnya (lihat: https://id.wikipedia.org/wiki/Samin_Surosentiko).

***

Sumber foto: Pesat. Mingguan Politik-Ekonomi & Budaya, No. 50, TAHUN XI, 21 DESEMBER 1955: 16.


Responses

  1. apakah gambar itu potongan dari surat kabar? klo masih ada mohon info nya itu surat kabar tahun beraopa? makasih…..

    http://www.bloranews.com

  2. Mohon info gambar diatas apakah potongan surat kabar? boleh tau tahun surat kabaritu? suwun

  3. Kan ada dibawah artikel seperti ini Mas Djalu >> Sumber foto: Pesat. Mingguan Politik-Ekonomi & Budaya, No. 50, TAHUN XI, 21 DESEMBER 1955: 16.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: