Posted by: niadilova | 29/03/2016

Kilas Balik: PERHUBUNGAN LUAR NEGERI: Baghdad Menerima Duta Indonesia [8 April 1950]

PERHUBUNGAN LUAR NEGERI Baghdad Menerima Duta IndonesiaResminya suatu kedutaan bisa bekerja di negeri asing adalah apabila duta itu telah menyampaikan surat kepercayaannya kepada pemerintah negeri asing di mana dia ditempatkan itu. Sebagaimana biasanya, peristiwa penyampaian surat itu dilakukan dengan upacara, demikianlah pula pemerintah Irak ketika menerima duta Indonesia untuk negeri itu, Haji Baginda Dahlan Abdullah. Akan tetapi pada peristiwa tanggal 8 April [1950] di Bagdad itu, rupanya pemerintah Bagdad tidak mau [ke]tinggal[an] dalam keistimewaannya.

Mungkinlah hal itu terjadi oleh karena dorongan perasaan rakyat Irak terhadap bangsa Indonesia. Orang masih ingat tentu betapa Irak pada pemulaan revolusi Indonesia adalah salah satu negara yang membantu perjuangan kemerdekaan [bangsa Indonesia], dengan memberikan pengakuan de-jurenya.

Selain itu, adalah Irak [yang] merasakan pula bahwa Indonesia adalah negara sahabat, saudara seagama.

Hotel Zia adalah salah satu hotel yang terbagus dan terbesar di kota Baghdad dan di hotel inilah duta Indonesia dan stafnya ditempatkan untuk sementara selagi kediamannya sedang dipersiapkan. Hotel Zia adalah hotel yang ramai, akan tetapi pada pagi hari tanggal 8 April itu keramaian itu melebihi dari biasa.

Ruangan tamu hotel tersebut pagi itu telah dihiasi dengan Sang Dwi Warna dan gambar-gambar Presiden Sukarno. Tidak kurang dari sejumlah lima puluh putera-putera Indonesia atau peranakan-peranakan Arab telah datang berkumpul di sana. Wartawan dan juru potret tidak tinggal diam, terutama para tukang potret, menjadikan Dahlan Abdullah jadi sasarannya.  Sebagaimana juga Subandrio, duta Indonesia di Londen [London], ketika menyampaikan surat kepercayaannya berpakaian daerah, maka Dahlan Abdullah menggunakan [juga] menggunakan [mengenakan] pakaian daerahnya, yaitu Minangkabau. Pakaian-pakaian daerah Indonesia bagi negeri asing memang senantiasa menarik perhatian.

Dijemput dan diiringi

Kira-kira pukul sepuluh datanglah “Chief protocol” kementerian luar negeri Irak untuk menjemput duta Indonesia yang telah duduk bersama-sama tamu di hotel Zia tersebut. Secara resmi “Chief protocol” ini disambut oleh anggota staf kedutaan kita dan dibawa kepada Dahlan Abdullah. Seketika mereka itu duduk bercakap-cakap di bawah Sang Merah Putih dan gambar Bung Karno.

Hampir menjelang pukul sebelas mereka pun berdiri untuk berangkat ke instana. Di muka hotel telah berdiri auto-auto yang disediakan bagi mereka oleh pemerintah Irak. Untuk Dahlan Abdullah disediakan auto [mobil]  kerajaan, yang berbendera kerajaan Irak di mukanya itu.

Rombongan didahului oleh polisi bermotor. Jarak dari hotel Zia ke istana hanyalah sepuluh menit, akan tetapi seluruh jalan itu sepi, oleh karena segala lalu lintas telah distop oleh polisi, oleh sebab duta Indonesia akan lalu [lewat] di jalan itu. Di pinggir jalan banyak orang berdiri, melihat rombongan itu lalu. Tidak sedikit di antara mereka yang memberi salam kehormatan kepada rombongan yang lalu itu. Di muka gedung Kementerian Pertahanan Irak yang terletak di jalan itu juga,  telah berdiri sepasukan tentara yang memperdengarkan musik tentara.  Akan tetapi apabila mereka samapai di muka Istana, maka pasukan kehormatan telah berbaris pula menantikan mereka.

Turun dari auto, rombongan tadi harus berdiri tegak dulu, karena lagu kebangsaan Irak yang disusul oleh lagu kebangsaan Indonesia diperdengarkan oleh barisan musik [lihat ilustrasi]. Kemudian Duta Indonesia dipersilahkan memeriksa barisan kehormatan yang tegap berdiri rapi itu.

Perkenalan pertama

Segera duta Indonesia diperkenalkan dengan “regent”, yaitu wakil raja selama raja Irak belum dewasa. Di saat itulah penyampaian surat kepercayaan dilakukan dengan resmi.

Kemudian menyusullah percakapan ramah-tamah, tanya bertanya dan bercerita antara “regent” dengan wakil Indonesia itu.

“Regent” Irak rupanya adalah seorang yang suka bercakap-cakap dan banyak perhatiannya tentang negara Indonesia dan bangsa Indonesia. Dia menceritakan bahwa dia adalah turunan dari Sjarif Hosen, pernah berkenalan dengan seorang menteri luar negeri Republik Indonesia ketika di Londen, yang kemudian datang pula ke Banghdad. Menteri yang dimaksudnya dan sangat menarik perhatian itu adalah tidak lain dari Haji Agus Salim.

Ketika Haji Dahlan Abdullah menyampaikan salam dan terima kasih Bung Karno atas bantuan Irak ketika memblokir pesawat-pesawat udara Belanda, maka “regent” tersebut hanya berkata, “memanglah itu sudah semestinya, oleh karena kita adalah saudara yang seagama, sedang di samping itu saya senantiasa ingin membantu perjuangan bangsa-bangsa yang tertindas.”

Kemudian perhatiannya dinyatakan dalam pertanyaan, berapa jumlah bangsa Indonesia, berapa [jumlah] yang beragama Islam, bagaimana tentara Belanda, bagaimana Westerling, dan akhirnya….adakah orang Yahudi di Indonesia.

Demikianlah, hampir setengah jam lamanya percakapan ramah-tamah dan perkenalan pertama diresmikan antara Irak dan Indonesia. Dengan ini resmilah hubungan diplomatik antara dua negara sahabat yang pasti akan saling bantu-membantu itu. {6}

***

Sumber: Madjalah Merdeka. Berita Mingguan untuk Indonesia, No. 18, TH. III, 6 MEI 1950: 6. Ejaan disesuaikan. Nama Dahlan Abdullah dalam teks aslinya beberapa kali ditulis “Dachlan Abdullah”. Kata ‘Irak’ dalam teks aslinya ditulis ‘Iraq’, dan penulisan nama ibu kota negara itu sesuai dengan tulisan asli dalam artikel sumber: Baghdad (bukan ‘Bagdad’). Angka dalam tanda ‘{ }’ merujuk pada halaman asli majalahnya. Kata-kata dalam tanda “[ ]” merupakan tambahan dari penyalin. Ilustrasi (foto) berasal dari sumber salinan ini.

Penyalin: Dr. Suryadi, MA., Leiden University, Belanda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: