Posted by: niadilova | 27/03/2016

Koleksi Foto Antara Sumbar : BAGINDO DAHLAN ABDOELLAH, SOSOK PEJUANG DARI RANAH MINANG

20160322foto_1

Bagindo Dahlan Abdoellah (berdiri paling kiri di barisan ketiga) bersama teman-temannya di Haagsch Genootschap Kweekschool yang beralamat di Antonie Duyckstraat, Den Haag. Tidak ada keterangan tahun dibuatnya foto ini, tapi sangat mungkin tahun 1914. (Sumber: http://haagsescholen.nl/klassenfotos/85af4e7a-4248-11e4-8eb2-2fdb5f651a31)

20160322foto_2

Bagindo Dahlan Abdoellah (duduk, nomor 3 dari kanan), dengan pengurus perkumpulan mahasiswa Indologi (Indologenvereeniging) di Leiden. Foto ini diambil dalam rangka lustrum perkumpulan itu di mana Dahlan memberi ceramah pada 23 November 1917 dengan judul “Indië voor Indiërs. Rede, gehouden op het Congres der Indische studenten” (kemudian diterbitkan dalam Indologenblad, Negende Jaargang, No. 7, donderdag 20 December 1917: 95-99).

20160322foto_3

Sebuah momen saat-saat pelantikan Bagindo Dahlan Abdoellah menjadi Duta Republik Indonesia Serikat di Bagdad (Maret 1950).

20160322foto_4

Upacara kenegaraan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Irak untuk mengantar jenazah Bagindo Dahlan Abdoellah ke peristirahatannya yang terakhir di Komplek Pemakaman Syekh Abdul Kadir Jailani, Bagdad, Irak (Sumber foto: Arsip keluarga Bagindo Dahlan Abdoellah)

20160322foto_5_

Dahlan Abdoellah bersama teman-temannya. Foto ini mungkin dibuat pada tahun 1923 sebelum Dahlan pulang ke Indonesia pada 5 Januari 1924. Menurut Swasono (1980:271) foto ini dibuat di Den Haag. Duduk dari kiri ke kanan: Ahmad Soebardjo, Soekiman, dan Nazir Pamontjak; berdiri dari kiri ke kanan: Djenaedi, Mohamad Hatta, Ichsan, dan Dahlan Abdoellah. Hatta merupakan orang baru dalam kelompok ini. Seperti dicatat oleh Hatta dalam memoir-nya, perkenalan di antara mereka sudah terjadi setelah seminggu Hatta sampai di Belanda (Hatta sampai di Belanda pada 5 September 1921). Dengan kata lain, foto ini dibuat pada saat-saat terakhir masa hidup Perhimpoenan Hindia sebelum bermetamorfosa menjadi Perhimpoenan Indonesia sepeninggal Dahlan. (Sumber: koleksi keluarga Dahlan Abdoellah; lihat juga Swasosono 1980:271; Poeze 2008:177)

20160322foto_6

Kongres P.P.P.K.I. di Solo pada akhir Desember 1929. Foto ini mengabadikan anggota Majelis Pertimbangan organisasi itu sempena kongres tersebut. Duduk, dari kiri ke kanan: Drijowongso, H. Dachlan Abdoellah [Bagindo Dahlan Abdoellah] (memegang topi), Hoesni Thamrin, R.A.A. Koesoemo Oetojo, Dr. Soetomo, Ir. Anwari, Ir. Soekarno, Otto Soebrata, Mr. Soebroto. Berdiri, dari kiri ke kanan: Soekaris, Moeghni Thaib (ipar Dahlan Abdoellah), Soedirman, Roeslan Wongsokoesoemo, Soenjoto, Mr. Singgih, Mr. Ali Sastroamidjojo, Mr. Gatot, Mr. Sartono, Mr. Hadi, dan Gondokoesoemo. (Sumber: Pandji Poestaka No. 5, Thn VIII, 17 Januari 1930:68)

Foto-foto diambil dari Antara Sumbar Selasa, 22 Maret 2016

Foto-foto ini berasal dari penelitian Dr. Suryadi, Leiden University Institute for Area Studies (LIAS), Leiden, yang sedang menulis biografi Bagindo Dahlan Abdullah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: