Posted by: niadilova | 24/03/2016

Kilas Balik: Perjanjian persahabatan Indonesia – Afghanistan (1955)

Perjanjian persahabatan Indonesia – Afghanistan

PERJANJIAN Persahabatan antara Republik Indonesia dan Kerajaan Afghanistan yang telah ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Sunario dan Wakil Perdana Menteri Pertama merangkap Menteri Luar Negeri Afghanistan, Sadar Muhammad Naim, isinya sebagai berikut:

Pasal I

Kedua pihak Agung Yang Berjanji menyetujui saling menghormati kemerdekaan dan hak-hak masing-masing dan memelihara perdamaian yang kekal dan persahabatan di antara mereka serta mengusahakan untuk terus adanya hubungan yang mesra yang ada di antara rakyat mereka.

Pasal II

Kedua Pihak Agung Yang Berjanji menyetujui memelihara hubungan diplomatik dan konsoler di antara negara mereka sesuai dengan aturan-aturan dan kebiasaan-kebiasaan internasional dan menyetujui bahwa wakil-wakil diplomatik dan konsoler dari pihak yang satu di wilayah pihak yang lain, mengecap atas timbal-balik segala hak-hak, dan kekebalan yang diakui dan diberikan oleh kebiasaan internasional.

Pasal III

Kedua Pihak Agung Yang Berjanji menyetujui untuk mengadakan selekas mungkin atas dasar timbal-balik, persetujuan-persetujuan mengenai pekerjaan konsoler, perdagangan, bea dan cukai, perhubungan, penyerahan penjahat-penjahat dan segala hal-hal yang lain yang merupakan kepentingan dari kedua negara.

Pasal IV

Kedua Pihak Agung Yang Berjanji menyetujui dan menegaskan bahwa segala perselisihan di antara mereka akan diselesaikan secara damai dengan semangat persaudaraan melalui saluran diplomatik biasa. Apabila tidak berhasil, mereka bebas memakai cara-cara lain yang sesuai dengan aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa.

Pasal V

Kedua Pihak Agung Yang Berjanji menyetujui bahwa wakil-wakil mereka akan bertemu sewaktu-waktu dan sekerap kali keadaan menghendakinya untuk bertukar pikiran tentang hal-hal kepentingan bersama dan merembukkan jalan-jalan dan cara-cara untuk kerjasama di dalam hal-hal demikian.

Pasal VI

Perjanjian ini akan disahkan oleh Kedua Pihak Agung Yang Berjanji sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan oleh Undang-undang Dasar masing-masing [negara] dan akan mulai berlaku pada hari penukaran pengesahan, maka Wakil-wakil Berkuasa Penuh telah menandatangani Perjanjian ini dan telah membubuhi pula materai mereka.

Dibuat dalam rangkap dua di Bandung, pada hari ke-24 bulan April tahun seribu sebilan ratus lima puluh lima [1955] dalam bahasa Indonesia dan bahasa Afghanistan.

Naskah dalam kedua bahasa itu mempunyai kekuatan yang sama. {20}

***

Sumber: Pesat. Mingguan Politik Ekonomi & Budaja, No. 18, TAHUN XI, 4 MEI 1955: 20. Ejaan disesuaikan. Angka dalam tanda “{ }” merujuk pada halaman asli majalahnya. Kata-kata dalam tanda “[ ]” merupakan tambahan dari penyalin. Ilustrasi (bendera Indonesia dan Afghanistan) juga ditambahkan oleh penyalin (diambil dari: nl.wikipedia.org dan www.visa-solusion-service.de).

Penyalin: Dr. Suryadi, MA., Leiden University, Belanda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: