Posted by: niadilova | 22/03/2016

Suara Pemuda Seluruh Bali, 1950: Seruan Kembali ke Pangkuan NKRI

Suara Pemuda Seluruh Bali, 1950Tahun-tahun pertama setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan dwi tunggal Soekarno-Hatta, negara baru ini masih menghadapi berbagai persoalan politik. Sebagian besar dari persoalan itu muncul karena penjajah Belanda, yang sudah sangat ketagihan menikmati kekayaan alam kepulauan Nusantara selama beratus tahun, tampaknya belum lagi legowo menerima kemerdekaan Indonesia dan ingin kembali mendudukinya.

Pada tahun 1946, atas usaha kasak-kusuk Belanda, berdirilah Negara Indonesia Timur (NIT) sebagai hasil keputusan Konferensi Malino (16-22 Juli 1946) dan Konferensi Denpasar (7-24 Desember 1946). Laporan-laporan tentang Konferensi Denpasar – lihat misalnya, Moe’tamar Denpasar Mentjiptakan Negara Indonesia Timoer (S.l.: De Unie, 1946) dan Pemandangan Ringkas tentang Moe’tamar di Denpasar: [7-24 Dec. 1946] (Batavia: Algemeen Regeeringscommissariaat voor Borneo en de Groot Oost, 1947) – menunjukkan usaha-usaha Belanda menciptakan negara-negara boneka untuk menggagalkan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda dulu.

Sebagaimana telah dicatat dalam lembaran sejarah, akhirnya NIT berdiri, dengan ibukotanya di Makassar. Terpilih sebagai presidennya Tjokorda Gde Raka Soekawati. Selama usinya yang relatif pendek (24 Desember 1946- 17 Agustus 1950), NIT telah berganti kabinet sebanyak delapan kali. Negara boneka bikinan Belanda itu akhirnya bubar menyusul keputusan Perdana Menteri Dr. Abdul Halim membubarkan RIS dan mengembalikan Indonesia ke bentuk negara kesatuan.

Banyak peran yang telah dimainkan oleh berbagai organisasi politik dan perkumpulan-perkumpulan pemuda, di Jawa dan luar Jawa, dalam mendorong pembubaran RIS. Dalam konteks ini, peran pemuda Bali tentu tidak boleh dilupakan.

Organisasi pemuda

Pada tanggal 14 hingga 17 April 1950 organisasi-organisasi pemuda di seluruh pelosok Pulau Bali mengadakan kongres di Denpasar. Kongres itu digagas untuk mengatasi perkembangan politik yang mulai mengkhawatirkan. Madjalah Merdeka No. 70, Thn III, 20 Mei 1950:7 menulis (ejaan disesuaikan, juga dalam kutipan-kutipan selanjutnya): “Karena pergeseran-pergeseran suasana itu, timbullah berbagai proses cara-cara perjuangan” yang beberapa di antaranya “terpengaruh oleh langkah-langkah mereka yang dianggap [sebagai] pemimpinnya. Akan terapi di antara pemimpin-pemimpin itu sudah ada yang meninggalkan batas-batas kejujuran dan mempergunakan kepercayaan yang ditumpahkan kepadanya untuk menjadikan rakyat sebagai batu loncatan guna mencari kedudukan diri dan golongannya [saja].”

Kutipan di atas mengindikasikan adanya kritik terhadap elit organisasi pemuda di Bali yang tindakannya dianggap membahayakan misi perjuangan bangsa Indonesia. Boleh jadi juga, kritik ini juga ditujukan kepada Presiden NIT asal Bali dan para pendukungnya yang berasal dari kalangan elit pribumi di Bali.

Madjalah Merdeka yang dikutip di atas (foto ilustrasi berasal dari sumber ini) selanjutnya melaporkan bahwa Kongres Pemuda seluruh Bali itu diadakan “untuk menimbun jurang yang terentang selama ini” di antara organisasi-organisasi pemuda yang ada di Bali. Kongres itu dihadiri “oleh wakil-wakil organisasi pemuda seluruh pelosok pulau Bali, peserta perseorangan dan peninjau dari berbagai lapisan rakyat. Kongres yang pertama kalinya diadakan ini ternyata mendapat sambutan hangat yang menunjukkan betapa tekad mereka untuk bersatu, membulatkan tujuan, melangkah menghadapi pergolakan perkembangan-perkembangan keadaan sekitar Tanah Air dan di Indonesia Timur.”

Kongres

Selanjutnya diberitakan bahwa pada hari pertama Kongres tersebut berjalan sedikit tegang karena beberapa organisasi pemuda yang besar tetap berpegang teguh pada pendirian masing-masing. Namun, berkat kebijaksanaan pimpinan Kongres, akhirnya diperoleh kesamaan persepsi dan sentimen-sentimen yang muncul dapat diatasi. Selanjutnya dilaporkan bahwa “pada hari-hari berikutnya sidang berjalan dengan lancar, sesuai dengan tujuan Kongres untuk mempersatukan organisasi-organisasi itu, oleh hampir seluruh peserta Kongres, kecuali PPN (Pemuda Pembela Negara) Gianyar, disetujui sepenuhnya dalam bentuk kesatuan, dipandang dari sudut cita-cita rakyat dewasa ini.”

Wakil PPN Gianyar setuju dengan ide penggabungan seluruh organisasi pemuda di Bali, tetapi menurut mereka hendaknya hal itu diwujudkan dalam bentuk federasi agar azas-azas tiap organisasi yang tergabung di dalamnya tetap dihormati dan bebas dari tekanan.

Kongres tersebut berhasil mengatasi keruwetan-keruwetan yang meruncing di antara berbagai organisasi pemuda di Bali yang sebenarnya lebih “disebabkan pengaruh keadaan pada masa perjuangan menghadapi kaum penjajah, jadi bukan suatu keyakinan yang memang tumbuh berakar di hati rakyat.”

Kongres tersebut berhasil membentuk  Kesatuan Pemuda Nasional Indonesia-Bali. Salah satu tuntutan mereka yaitu melakukan “mosi pembubaran NIT dan bergabung dengan Republik Indonesia.” Tuntutan yang sama sudah diajukan pula oleh “Front Kesatuan Nasional yang telah lahir beberapa waktu berselang di Pulau Dewata […] dengan memperkuat mosi-mosi terdahulu pada tanggal 28 April [1950] […] telah mendesak penggabungan kepulauan Sunda Kecil, selaku propinsi dari Republik Indonesia, sesuai dengan proklamasi 17 Agustus 1945.”

Sindiran pedas ditujukan kepada NIT. Kongres itu menyerukan agar Pemerintah Pusat mewujudkan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengenyahkan segala bentuk pemerintahan yang masih berbau kolonial.

Sekitar empat bulan kemudian, pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan. Tuhan mengabulkan keinginan para pemuda Bali, dan juga rekan-rekan mereka dari daerah lain. Dan sampai sekarang, hasil perjuangan mereka itu, yaitu NKRI, masih tetap eksis, walau terus mendapat ujian berat. Semoga NKRI tetap bertahan menghadapi dinamika perubahan politik global.

* Esai ini diterbitkan di harian Bali Post (halaman “Pernik”), Minggu Wage, 20 Maret 2016, hlm. 4


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: