Posted by: niadilova | 15/02/2016

PPM #50 – Berdirinya Sarikat Kaum Ibu Sumatra (SKIS)

    Pergerakan kaoem perempoean di Soematera Barat. “Anak Lang” mengabarkan: seperti djoega di Djawa, gadis-gadis dan perempoean2 di Soematera jang terpeladjar toeroet berloemba dimédan kemadjoean. Di Fort de Kock, Padang Pandjang, Pariaman, Fort van der Capellen, Pajakomboeh dan Solok telah didirikan perkompoelan-perkompoelan kaoem  iboe, jang digaboengkan mendjadi satoe dan dinamaï S.K.I.S. atau Sarikat Kaoem Iboe Soematera. Kalau ta’ berhalangan S.K.I.S. akan mendirikan tjabang-tjabang djoega di Tapanoeli, Medan dan Atjeh.

    Perk. kaoem iboe di Padang jang dinamaï Meisjes Vereeniging telah beroesaha mengadakan Coöperatie perdagangan goena keperloean roemah tangga. Pemboekaan  Coöperatie itoe dilangsoengkan oléh nona Noerani dengan pidato seperloenja betapa S.K.I.S. haroes bekerdja goena mentjapai kemadjoean. (Pew[arta Soer[abaja]). (a)

Pergerakan kaoem iboe di Soematera Barat. Roepa2nja pergerakan kaoem iboe di Soematera Barat lebih giat bekerdjanja. Daholoe soedah diwartakan tentang perhimpoenan kaoem iboe di Minangkabau dan di Padang. Sekarang datang poela s.k. “Radio” membawa kabar, bahwa beberapa orang perempoean dinegeri itoe soedah mendirikan perhimpoenan coöperatie, jang djoemlah pokoknja sampai f 3000. Akan diperoléh djoemlah jang sekian banjaknja, maka masing-masing anggota diwadjibkan memasoekkan  joeran f 5 dalam tiap-tiap boelan.

     Kami berharap soepaja kaoem iboe di Soematera Barat akan dapat menjampaikan maksoed jang baik itoe. (b)

***

Laporan majalah Pandji Poestaka, No.94, Tahoen VI, 23 November 1928, hlm. 1580 [Kroniek]) (a) dan Pandji Poestaka No.54, Tahoen VI, 6 Juli 1928, hlm. 953 [Kroniek]) (b) yang memberitakan tentang penubuhan Sarikat Kaoem Iboe Soematra (SKIS) yang dipelopori oleh perkumpulan-perkumpulan kaum ibu yang ada di berbagai daerah di Sumatera Barat dan kegiatan mereka di dunia perkoperasian. Salah satu kelompok yang ada di Padang, Meisjes Vereeniging, mendirikan koperasi dengan modal mencapai 3000 gulden, suatu jumlah yang cukup besar pada waktu itu.

     Membaca berita ini, tentu kita ingat Koto Gadang dengan sekolah Kerajinan Amai Setia-nya, yang didirikan oleh Rohanna Koedoes, salah seorang wanita Minangkabau terkemuka yang berjuang mendorong kemajuan kaum ibu Sumatera.

      Dikabarkan juga dalam sumber yang dikutip di atas bahwa SKIS akan membuka cabang pula di Tapanuli, Medan, dan Aceh. Hal ini menunjukkan bahwa pada akhir 1920-an kaum wanita Minangkabau sudah aktif dalam dunia pergerakan untuk mencapai kemajuan dan menjadi penggerak utama dalam memajukan kaum perempuan di Pulau Sumatera. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sejarawan yang ingin mengkaji gerakan perempuan di Sumatera, seperti Dr. Wannofri Samry, dll.

Suryadi – Leiden University, Belanda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: