Posted by: niadilova | 12/01/2016

Kilas Balik: Nama-nama Pengunjung (Utusan) ke Sidang Muktamar Ulama dan Muballigh Islam seluruh Indonesia

Nama-nama Pengunjung (Utusan) ke Sidang Muktamar Ulama dan Muballigh Islam seluruh Indonesia yang dilangsungkan di Medan tgl. 11 s/d 15 April 1953

fdsfsfs

1 Kijai H. Fakih Usman Jakarta [Menteri Agama dalam Kabinet Wilopo; sampai 30 Juli 1953]
2 Kijai Imam Ghazali Solo
3 Kijai Tafiqurrahman Jakarta
4 Kijai H. Tjikwan Jakarta
5 Abdullah Aidid Jakarta
6 Prof. H. Kahar Muzakkir Yogyakarta
7 M. Junan Nasution Jakarta
8 Kijai H. Azhari Jakarta
9 A.  Hardjono Jakarta
10 H. Abu Bakar Jakarta
11 Sjech Ibrahim Musa Sumatera Tengah
12 Sjech Sulaiman Arrasuli Sumatera Tengah
13 Teungku M. Daud Beureueh Aceh
14 Tgk. A. Wahab Aceh
15 Tgk. Abdullah Lam U Aceh
16 Sjech Mustafa Husein Tapanuli
17 Rahman Eljunusijah Sumatera Tengah
18 Sjech H.M. Ramli Makassar
19 Sjech H. Muchlis Makassar
20 Sjech H.M. Abduh Makassar
21 Sjech H.A. Rahman Bone Makassar
22 Sjech H.M, Zainuddin Lombok
23 Ki H. Abu Bakar Bestari Sumatera Selatan
24 Ki H. Malan Djaman Sumatera Selatan
25 Sjech H. Azhari Djamaluddin Kalimantan
26 H. Abdurrahman Ngabe Flores
27 M. Ali Alhabsji Flores
28 Al-ustaz M. Arsjad Talib Lbs. Sumatera Utara
29 H. Abd. Rahman Sjihab Sumatera Utara
30 H. Adnan Lubis Sumatera Utara
31 Kijai H. Muslich Sumatera Utara
32 H.M. Bustami Ibrahim Sumatera Utara
33 H.A. Halim Hasan Sumatera Utara
34 Ibrahim Latief Sumatera Utara
35 Zainal Arifin Abbas Sumatera Utara
36 Ki H. Ahmad Rifa’ie Sumatera Selatan
37 K.H. Zainal Abidin Sumatera Selatan
38 Dt. Palimo Kayo Sumatera Tengah
39 H.M. Nasir Pare-Pare, Makassar
40 Ki H. Sulaiman Meshry Inderagiri
41 Kyai M. Isa Anshary Bandung [ia berasal dari Maninjau, Minangkabau] {13}
42 E. Abd. Rahman Bandung
43 Qamarudin Saleh Bandung
44 H.M. Saleh Suaidy Jakarta
45 K.H. Mansjuri P.M.I. Sukabumi
46 Kyai H. Abd. Kahar Sukabumi
47 H.M. Salim Pachry Jakarta
48 Kyai H.M. Hanafie Gobet Kalimantan
49 Kyai H. Abd. Rahman Ismail Kalimantan
50 Kyai H.M. Arsjad Abdis Kalimantan
51 Abu Bakar Ali Kepulauan Riau
52 Sjech H. Muchtar Siddiq Tapanuli
53 Sjech H. Mahmud Sjihabuddin Sumatera Utara
54 Kyai O.K.H. Abd. Aziz Sumatera Utara
55 Tgk. Abu Bakar Amin Aceh
56 H. Ahmad Darwis Djambak Sumatera Tengah
57 Kyai H. Mursal Aziz Sumatera Tengah
58 Tgk. Mhd. Saleh Adry Aceh
59 H.M. Thahir Abdullah Sumatera Utara
60 H.S. Daeng Muntu [dikenal juga sebagai sastrawan] Makassar
61 Tgk. Nja’ Nafi Aceh
62 H. Nurhakim Tapanuli
63 Sjech H. Abd. Djalil Sumatera Utara
64 Sjech H. Abdurrahman Abdullah Sumatera Utara
65 Sjech H. Abdullah Afifuddin Sumatera Utara
66 Wali Alfatah Jakarta
67 Ismail Makassar
68 H. Darwis Zakaria Makassar
69 A.     Karim Makassar, Pare-Pare
70 M. Ambari Said Makassar, Pare-Pare
71 Hasan Bashri Hidajat Bandung
72 Kyai Agus Alwi Lombok
73 Ahmad Jusuf Kutai, Kalimantan
74 Ilham Seman Kutai, Kalimantan
75 Dr. Sahar Sumatera Utara
76 Abizar Sumatera Tengah
77 H.M. Ali Nurdin Sumatera Tengah
78 Tgk. H. Ahmad Dhl. Aceh
79 Sulaiman Ahmad Aceh
80 Tgk. Al Amin Aceh
81 Iljas Jatim Sumatera Tengah
82 Luthan M. Isa Sumatera Tengah
83 Kho-Goan Tjin Sumatera Tengah
84 Sidi Said Harun Sumatera Tengah
85 Abd. Rahim Munaf Sumatera Tengah
86 B.     Isa Zakaria Sumatera Tengah
87 Tgk. Jahja Badin Aceh
88 Usman Alquraisji Aceh
89 Maimunah Tamin Sumatera Utara
90 Hasnah Ali Sumatera Utara {14}
91 Zubaidah Sumatera Utara
92 Zainuddin Tg. Sumatera Utara
93 A.  Tahim Sjihab Sumatera Utara
94 A.  Madjid Siradj Sumatera Utara
95 H. Jusuf Ahmad Lubis Sumatera Utara
96 Udin Sjamsuddin Sumatera Utara
97 Guru Kitab [mungkin pseudonym] Sumatera Utara
98 G. St. Pangeran Sumatera Tengah
99 Muchli Sumatera Tengah
100 Tuanku Kurai Sumatera Tengah
101 H. Ahmad Dani Sumatera Tengah
102 Sj. Tuanku Sutan Sumatera Tengah
103 Ibrahim Sirg. Sumatera Tengah
104 Dt. Pangko Radjo Sumatera Tengah
105 Zulkarnaini Sumatera Tengah
106 H. Zainuddin Hamid Sumatera Tengah
107 Tgk. Imam Betuah Aceh
108 Sulaiman Munaf Sumatera Tengah
109 Ahmad Kira Sumatera Tengah
110 H. Miskudin H. Hamid Kota Besar Medan
111 H.A. Wahab Manan Kota Besar Medan
112 Mahjahuddin Salin Kota Besar Medan
113 Samikan Saidi Sumatera Tengah
114 Dt. Sutan Nan Kodoh Sumatera Tengah
115 Bachtiar Effendi Sumatera Selatan
116 M. Ali Aljafjee Makassar, Pare-Pare
117 Djasan Abdullah Sumatera Tengah
118 H.A. Dahlan Sumatera Selatan
119 Uztad A. Nadjamuddin Sumatera Selatan
120 Tgk. Abdul Djalil Aceh
121 Tgk. Banta Tjut Aceh
122 Tgk. Ismail Thalib Aceh
123 H. Azhary Djamaluddin Kalimantan
124 H.A. Hamid Sulaiman Inderagiri
125 H. Ahmad Zainy Kepulauan Riau
126 Hasbullah Ibrahim Sumatera Tengah
127 Abdullah Jahja Sumatera Utara
128 M. Nurdin Sumatera Utara
129 Malidin Maarif Sumatera Utara
130 A.R. Sju’eb Sumatera Utara
131 Muchtar Husin Sumatera Utara
132 Rasimah Iljas Sumatera Utara
133 Abdullah Ibrahim Sumatera Tengah
134 H. Usman Sumatera Tengah
135 Dt. Batuah Sumatera Tengah
136 M. Nurman Sumatera Utara
137 Idris Al Amini Nias
138 H.A. Dahlan Sumatera Utara
139 H. Usman Manggus Sumatera Utara {15}
140 Ali Umar Sumatera Utara
141 Jusuf Ismail Sumatera Utara
142 Saiman Nasution Sumatera Utara
143 H. Mahmud Abu Bakar Sumatera Utara
144 H.T.M. Dalimunthe Sumatera Utara
145 Adnan Benawi Sumatera Utara
146 Rifai A. Manaf Sumatera Utara
147 H. Bahrum Djamil Sumatera Utara
148 Sjarifah Dinar Sumatera Tengah
149 Saidah Zakaria Sumatera Tengah
150 Mualem Solihin Sumatera Tengah
151 Tgk. Usman Pandaka Aceh
152 Hasjim Zakaria Sumatera Utara
153 Jahja Chazali Sumatera Utara
154 Jahja Pintor Sumatera Utara
155 Husin Jacub Aceh
156 H.M. Nurhakim Tapanuli
157 Sutan Suangkupon Tapanuli
158 M. Djani Lubis Sumatera Utara
159 H.M. Husin A. Karim Sumatera Utara
160 Sjech Ali Hasan Sumatera Utara
161 A.  Manan Malik Sumatera Utara
162 A. Rahim Dja’far Sumatera Utara
163 M. Arifin Isa Sumatera Utara
164 Anas Rosjid Sumatera Utara
165 Mhd. Saleh Wahab Sumatera Utara
166 Mhd. Djamil Imam Sumatera Utara
167 A.  Rahman Ja’cub Sumatera Itara
168 Abu Nawas Sumatera Tengah
169 Marlian Sumatera Tengah
170 Mustafa Ali Sumatera Tengah
171 H.M. Kasim Sumatera Tengah
172 Ahmas Sulaiman Sumatera Tengah
173 Nja’ Husni Sumatera Utara
174 Mhd. Jasin Sumatera Tengah
175 Zajadi Nur Sumatera Tengah
176 Abd. Hamid Sumatera Tengah
177 M. Sjawal Rangkuti Sumatera Utara
178 Abu Chatar Idris Sumatera Tengah
179 A.  Kahar Mauntju Sumatera Tengah
180 Ahmad Thahir Sumatera Utara
181 Rasimah Salih Sumatera Utara
182 Rohana Hasan Sumatera Utara
183 Anwar Nurin Sumatera Utara
184 H. Abdullah Ibrahim Sumatera Tengah
185 Imam M. Djauhari Sumatera Tengah
186 Ibnu Dr. Sahar Sumatera Utara
187 Bahrum Saleh Sumatera Utara {16}
188 Sjech H. Abd. Malik Sumatera Utara
189 Zakaria A. Wahab Sumatera Utara
190 Zainal Abidin Sumatera Utara
191 H. Junus Karim Sumatera Utara
192 Kamisah Sumatera Utara
193 Dahjar Idris Sumatera Utara
194 Bachtiar Junus Sumatera Utara
195 Razali Sumatera Tengah (Jambi)
196 M. Daud Sumatera Tengah (Jambi)
197 H.A. Roni Sumatera Tengah (Jambi)
198 H.A. Wahab Sumatera Tengah (Jambi)
199 M. Saman Sumatera Tengah (Jambi)
200 Ali Hasan Sumatera Tengah (Jambi)
201 M.O. Bafdhal Sumatera Tengah (Jambi)
202 Hasan Basri Sumatera Tengah (Jambi)
203 Tgk. Bungsu Aceh
204 Tgk. Ibrahim Aceh
205 Tgk. H. Usman Aceh {17}

 

Catatan: Dalam sumber aslinya, tercatat 207 orang peserta. Akan tetapi ada dua nama yang ditulis dua kali, yaitu Sjech H.M. Zainuddin dari Lombok  (no. 22 dan no. 26) dan Tgk. Nja’ Nafi  dari Aceh (no. 62 dan no. 156). Jadi, jumlah riilnya 205 orang. Dari daftar di atas, tampak juga beberapa peserta perempuan, yang didominasi oleh utusan Sumatera Tengah (Minangkabau) dan utusan Sumatera Utara (yang kemungkinan besar juga berlatar etnis Minangkabau, mengingat pada era itu banyak intelektual yang bermukim di Medan dan sekitarnya adalah para perantau Minangkabau). Ini mengindikasikan bahwa keterlibatan kaum perempuan dalam syiar dan politik Islam di Sumatera, khususnya di Minangkabau, sudah muncul lebih awal dibanding daerah-daerah lainnya di Indonesia. Menarik juga bahwa ada seorang peserta dari etnis Tionghoa: Kho-Goan Tjin (no. 83) yang merupakan utusan Sumatera Tengah (mungkin ia Tionghoa muslim dari Padang).

Muktamar Alim Ulama se-Indonesia yang berlangsung di Medan itu antara lain bertujuan untuk menyamakan persepsi kaum ulama dan partai-partai Islam di Indonesia (yang tentunya merepresentasikan umat Islam Indonesia yang mayoritas itu) dalam menghadapi Pemilu 1955. Mukatamar ini digagas oleh Front Muballigh Islam Sumatera Utara. M.S.S. [H. M.S. Su’aidy]  dalam artikelnya “Kongres Alim Ulama Se-Indonesia” (Perbaikan. Madjallah Islam Populer No. 1-2, Th. X, Djan.– Febr. [19]53: 7-8), mengatakan bahwa kongres itu “harus dapat merumuskan sumbangannja bagi konstitusi jang Islamistis”. Dikatakannya pula bahwa dalam “[m]enghadapi pemilihan umum buat konstituante dan parlemen j.a.d. serta soal2 keamanan dan sebagainja perlu diadakan perundingan secara uchuwah Islamijah, setjara persaudaraan Islam antara Partai2 Politik Islam (Masjumi-PSII-Perti-Partai Sarikat Islam Indonesia) dan Perserikatan2 Islam jang besar seperti Muhammadijjah, Nahdatul Ulama dsb. atau jang tergabung dalam Liga Muslimin Indonesia dan Badan Kongres Muslimin Indonesia dengan atjara:

  1. konsepsi UUD jang Islamistis.
  2. tjara melakukan kampanje pemilihan umum bersama jang mendjamin kemenangan penganut ideologie negara Islam.
  3. nasib ulama dan pemimpin Islam jang masih dalam tahanan.
  4. soal-soal keamanan.
  5. persiapan menghadapi kongres Ummat Islam sedunia
  6. Fonds Perdjuangan Islam.”

Kongres yang berlangsung di Medan itu juga dihadiri oleh Mr. In’amullah Khan, Sekretaris Jenderal Kongres Islam Sedunia (lihat fotonya dalam: Aliran Islam. Suara Kaum Porgresif Berhaluan Radikal No. 51, TAHUN KE VII, Agustus 1953: 17; dikutip untuk ilustrasi salinan ini). Presiden Soekarno sendiri tidak menghadiri/meresmikan kongres itu (mungkin juga tidak diundang), sebuah tanda kerenggangan yang mulai tampak antara kelompok-kelompok Islam dan sang ‘Putra Fajar’, yang pada awalnya dipicu oleh pidato sang Presiden dalam rapat umum di Amuntai pada 27 Januari 1953 di mana beliau menyatakan menolak gagasan Indonesia sebagai negara Islam, yang kemudian memicu reaksi keras dari berbagai kalangan Islam di Tanah Air. Menurut hemat saya, mungkin hal ini yang, langsung atau tidak, telah mendorong Soekarno mendekat kembali ke PKI yang, anehnya, belum lama sudah menohoknya dari belakang lewat Pemberontakan PKI di Madiun pada bulan September 1948. Saya sependapat Nor Pikriadi dalam tulisannya di Kompasiana (lihat: http://www.kompasiana.com/norpikriadi/geger-nasional-karena-pentas-lokal-pidato-soekarno-di-kota-kecil_550fdd2fa33311c137ba7d38, diakses 12-1-2016) bahwa inilah titik balik hubungan Soekarno dan golongan Islam, seperti terefleksi dalam satu keterangan di bawah foto Soekarno dalam Perbaikan. Madjallah Islam Populer No. 1-2, Th. X, Djan.– Febr. [19]53: 27 yang mengatakan: “Presiden Sukarno. Achir2 ini menimbulkan tanda tanja dari ummat Islam Indonesia.” Kemudian pada awal 1954 Presiden sengaja pergi ke luar kota pagi-pagi untuk menghindari para pemimpin demonstran dari kalangan Islam yang ingin bertemu dengan beliau di Istana Merdeka siang harinya, padahal sebelumnya sudah dijanjikan untuk bertemu. Hal itu sangat mengecewakan mereka. Sore harinya Presiden kembali ke Istana negara. Sementara itu, beberapa minggu kemudian beliau menerima Ketua PKI Aidit dan rekan-rekannya dengan mesra di Istana Merdeka, yang makin membuat kalangan Islam marah (lihat fotonya dalam:  Perbaikan. Madjallah Islam Populer No. 2, Th XI, Februari 1954: 9). Periode ini sungguh sangat menarik untuk dikaji oleh para sejarawan kita.

***

* Sumber: Daftar nama-nama peserta muktamar berasal dari Aliran Islam. Suara Kaum Progresif Berhaluan Radikal No. 47, TAHUN KE VII, April 1953: 13-17. Ejaan disesuaikan, tapi nama dan gelar adat dan keagamaan para peserta disalin sebagaimana tulisan aslinya; angka dalam tanda ‘{ }’ merujuk pada halaman asli majalahnya; kata-kata dalam tanda ‘[ ]’ dan ilustrasi merupakan tambahan dari penyalin.

Penyalin: Dr. Suryadi, MA., Leiden University, Belanda


Responses

  1. […] berlangsung Musyawarah Ulama Seluruh Indonesia di Medan tahun 1953 maka ketua dan wakil ketua dari Mahkamah Syariah Sumatera Tengah, Buya Syekh Sulaiman Arrasuli dan […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: