Posted by: niadilova | 09/11/2015

Dokumentasi Visual Regalia Kerajaan Riau-Lingga

cdsdc

Kolom ‘Khutubkhanah’ asuhan sejarawan Kepri Aswandi Syahri ‘Dari Penyengat ke Batavia: Regalia Kerajaan Riau-Lingga (1911-1913)’ yang dimuat di lembaran ‘Jembia’ harian Batam Pos edisi Minggu, 1 November 2015 sangat menarik perhatian saya (dan tentu juga para pembaca lain yang tertarik dengan sejarah Kerajaan Riau-Lingga). Aswandi menjelaskan secara rinci berbagai jenis regalia milik Istana Kerajaan Riau-Lingga di Penyengat yang ‘disita’ oleh Batavia menyusul dibubarkannya kerajaan itu oleh otoritas Kolonial Belanda setelah pemakzulan Sultan Abdoel Rachman Mu’azzamsyah pada tahun 1911.

Artikel ini lebih bersifat cross check visual atas uraian sejarawan Aswandi Syahri yang sangat detil tersebut. Dengan demikian artikel ini lebih sebagai komplemen terhadap artikel Aswandi itu.

Untuk itu, di sini ditampilkan tiga foto yang berkenaan langsung dengan regalia tersebut. Foto-foto ini dimuat dalam surat kabar Bandera Wolanda, terbitan Amsterdam, No. 76, 1911, hlm. 4. Jadi, sangat mungkin foto-foto ini dibuat tak lama sebelum atau sesudah pemakzulan Sultan Abdoel Rachman Mu’azzamsyah.

cdsdc

Foto pertama berjudul ‘Ontvangsalon van den gewezen Sultan van Lingga. – (Roauw). / Kamar tamoe dalam istana Soeltan Lingga’. Seperti dapat dilihat dalam foto ini, di ruang tamu Istana Kerajaan Riau-Lingga yang terletak di Pulau Penyengat itu terdapat cukup banyak barang  berharga yang tentu saja termasuk kategori mewah di zaman itu. Ada satu set kursi dan meja yang bagus-berukir, beberapa porselen (juga untuk vas bunga) yang jika dilihat dari motifnya kemungkinan asalnya dari Eropa. Barangkali sejarawan Aswandi Syahri dapat mengidentifikasi lebih lanjut barang-barang yang terlihat dalam Gambar 1, yang mungkin ada dalam salah satu dari lima kelompok Rijkssieraden van Rouw en Lingga yang dideskripsikannya dalam artikelnya yang dirujuk di atas.

cdsdca Gambar 2 mengabadikan Sultan Abdoel Rachman Mu’azzamsyah yang sedang memakai salah satu seragam kebesarannya. Dalam foto itu kelihatan sebuah pedang panjang tersangkut di pinggangnya. Saya cukup yakin bahwa itulah taoe yang disebut oleh Aswandi dalam artikelnya itu. Menurut sejarawan Kepri tersebut, taoe ‘menyerupai samurai Jepang berhiaskan benang emas dan batu rubi (konon hadiah dari Kaisar Cina).’ Dalam foto itu cukup kelihatan jumbaian benang emasnya. Mahkota Sultan Abdoel Rachman yang dihiasi dengan semacam bulu di depannya, seperti terlihat dalam foto ini, tidak disebut dalam uraian Aswandi. Keberadaannya kini (kalau masih ada) mungkin dapat ditelusuri lebih lanjut.

Gambar 3 mengabadikan Putra Mahkota Mahmoed dalam pakaian kebesarannya. Sebagaimana sudah diketahui, Belanda menolak Pangeran Mahmoed menjadi pengganti ayahnya sebagai Sultan Riau-Lingga, sehingga akhirnya tamatlah riwayat kerajaan itu.

Perhatikanlah pakaian dan asesoris yang dikenakan oleh Pangeran Mahmoed. Mahkota (hiasan kepala) yang dipakainya cukup unik: kaya dengan manik-manik (dari batu rubi, emas, dan kerang?). Cukup jelas pula terlihat beberapa cucuk sanggul pada mahkota itu. Apakah itu yang dimaksud “2 cucuk sanggul” dan apakah pada mahkota itu ada pula “hiasan rambut yang disebut bunga gagempeh” yang disebut oleh Aswandi dalam artikelnya, merujuk laporan tertulis Komisi Bersama tertanggal 7 Maret 1911? Wallahualam!

Selanjutnya, lihat pulalah lempengan lebar yang tersangkut di dada Pangeran Mahmoed. Sangat mungkin ‘liontin besar’ itu terbuat dari logam mulia. Barangkali itulah salah satu dari “2 buah kalung dengan lempengan emas yang disebut padepun” yang disebut oleh Aswandi dalam artikelnya itu.

Asesoris di kedua belah tangan Pangeran Mahmoed tak kalah uniknya: terlihat ia memakai 5 gelang besar di lengan kiri dan 5 buah lagi lengan kanan. Tak dapat diragukan lagi bahwa itulah sebagian dari “14 gelang kaki dan gelang lengan [besar] yang disebut gelang gronggang” yang diuraikan oleh Aswandi dalam artikelnya.

Baju, kain, dan celana yang dipakai oleh Pangeran Mahmoed, sebagaimana terlihat dalam foto ini, tentu juga merupakan bagian dari alat-alat kebesaran Istana Riau-Lingga pada masa itu. Jika kita merujuk ke lima kelompok rijkssieraden warisan Kerajaan Riau-Lingga yang disebutkan oleh Aswandi di akhir artikelnya, maka pakaian Pangeran Mahmoed itu, juga pakaian ayahnya, dapat dimasukkan ke dalam kelompok keempat: “[p]erhiasan yang mencakupi: sekumpulan cincin emas, hiasan telinga, tusuk sanggul, dan rantai sayap sandang yang kesemuanya terbuat dari emas”, dan kelompok kelima: “[b]eberapa helai baju dan kain yang berhiasakan emas serta permata yang terdisi dari: Dua pasang baju kebaya beserta penutup dada berhiasakan emas dan batu rubi; sehelai kain sutera kuning [yang dipakai oleh Pangeran Mahmoed seperti terlihat dalam foto ini?]; rangkaian perca kain empat sudut dengan hiasan bunga emas; kain sutera kuning berhiaskan daun-daun dan benang emas (kain dukung?); dan sehelai kain katun kuning tanpa hiasan.”

Demikianlah sedikit tambahan informasi terkait dengan regalia warisan Kerajaan Riau Lingga. Semoga ada manfaatnya bagi upaya-upaya yang terus berkelanjutan dari para sejarawan untuk merekonstruksi masa lampau Kepulauan Riau.

Dr. Suryadi (Leiden University, Nederland)

* Artikel ini dimuat di harian Batam Pos (lembaran Jembia), Minggu, 8 November 2015


Responses

  1. Salam sejahtera,

    Saya Aminurasyid buat tulisan dari Singapura dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang perkara yg telah diutarakan seperti penerangan artikle diatas.
    Saya mengenal ahli waris yg tinggal di Singapura dan ingin utk ketemu dgn pihak tuan supaya dpt kami nenunjukan sebahagian dokument yg telah diberikan kpd pihak pewaris iaitu Raja Said yg memegang surat kuasa kepulauan Batam oleh Sultan Abdul Rahman kpd keluarga beliau.

    Mohon sudi kira pihak tuan dpt menghubungi saya utk kami mengadakan ikatan sirahturahmi dgn pihak tuan.

    Sekian dahulu dari saya Harun Aminurasyid serta salam hormat dari kami.

    Harun Aminurasyid
    Singapura
    +65 81589577

  2. Salam Tuan Harun Aminurrasyid,

    Terima kasih atas pesan dari Tuan di laman blog saya ini. Saya berharap tulisan ini bermanfaat bagi Tuan. Saya senang apabila boleh bertemu dengan Tuan. Hanya saja, saya sekarang tinggal di Leiden, Negeri Belanda. Bila ada masa, atau bila ada jemputan dari Tuan, tentu saya boleh datang ke Singagpura. Saya berharap kisah Sultan Riau-Lingga terakhir dan keturunannya boleh ditulis lebih lengkap lagi. Saya rasa dokumen2 dari pihak keluarga Tuan tentu sangat bermanfaat untuk membuat kajian ini, dan tentu saja harus ditambah dengan library investigation yang mendalam.

    Terima kasih atas maklumat nombor talipon Tuan. Nombor WhattsUp saya di Belanda adalah: +31616927249. Emel saya: soulsuffering@yahoo.co.id dan s.suryadi@hum.leidenuniv.nl

    Saya berharap kita boleh berkomunikasi lebih lanjut mengenai perkara ini dengan Tuan. Maklumat lebih lanjut tentang saya boleh dllihat di: http://www.universiteitleiden.nl/en/staffmembers/surya-suryadi

    Wassalam,
    Dr. Suryadi

  3. Dear Dr.Suryadi,
    First of all let me introduce to you I am Raja Mohd Said Heirs to the Yang Di-pertuan Muda The IX & X, from The Sultanate of Riau Lingga.My Ancestors migrated to Singapore since 1911.Until today, I am born and live in Singapore.
    My close associate by the name of Donald P.Tick living in Holland I used to communicate and sharing historical issues,he came to Singapore to meet my Royal Family.

    I wish I can get more information related to my Royal Family history and others from you.Your kind co-operation greatly appreciated,till we meet in near future.Thankbyou very much.

    Sincerely Yours,
    Raja Mohd Said
    Singapore

  4. Dear Dr.Suryadi,
    First of all let me introduce to you I am Raja Mohd Said Heirs to the Yang Di-pertuan Muda The IX & X, from The Sultanate of Riau Lingga.My Ancestors migrated to Singapore since 1911.Until today, I am born and live in Singapore.
    My close associate by the name of Donald P.Tick living in Holland I used to communicate and sharing historical issues,he came to Singapore to meet my Royal Family.

    I wish I can get more information related to my Royal Family history and others from you.Your kind co-operation greatly appreciated,till we meet in near future.My contact handphone no.+6593913866,Thank you very much.

    Sincerely Yours,
    Raja Mohd Said
    Singapore

  5. Dear Raja Mohd. Said,

    Thanks for visiting my blog. I beliave there are many other primary and secondary sources dealing with the Kerajaan Riau-Lingga (your ancestors) can be found in Leiden University Library and other libraries in The Netherlands. We (Leiden University) has the richest and the biggest collection of Malay/Indonesian historical documents in the world. And since long time ago, Leiden University has been the ‘Mecca’ for Indonesian/Malay studies in the world. I also wish to meet you. Hope it can be realized in the next future. My mobile number is: +31616927249.

    Kind regars,
    Dr. Suryadi
    http://www.universiteitleiden.nl/en/staffmembers/surya-suryadi

  6. saya sangat senang membaca ini….

  7. Salam Alvin,
    Terima kasih atas kunjungan Sdr. ke blog sederhana ini. Terima kasih pula atas komentar dan apresiasinya. Semoga artikel2/esai2 dalam blog ini bermanfaat bagi Sdr. Alvin.

  8. aslmkm para pengiat sejarah dan khusus buat Dr, Suryadi …apabila saya /beta melihat gambar potrait Sultan abd,rahman dan anaknda nya tuanku mohamed..ingin saya membuat sautu kesimpulan..dari urutan penelitian saya/beta… gambar Sultan abd.rahman muazamshah ini sebenar nya Sultan abubakr ibni sultan ahmad riayatshah..dan anaknda baginda ini adalah Tuanku muhamaddiah ..baginda ini tidak di mukzulkan ..akan tetap dikhianati…sejarah baginda tulis olih inggris amat mengelirukan..

    Buktinya baginda ini telah diangkat kedaulatan nya sejak 1885 olih ratu inggris@eropa dan dianugerahkan mohor(seals)draja S.u.p.s..(dalam simpanan kami ..makanya nama baginda digunapakai olih penderhaka @temenggong dan dibantu olih inggrisdan belanda mengikut merancangan agar sultan yang satu ini tersingkir kuasanya..dan mereka dapat menjajahi/kuasa dirantau tersebut..

    Perjanjian bagida ini sebenar nya telah mendaulatkan semenanjung tanah melayu dan jajahan nya sumatra@melaka empayer mereka (ratu victoria dan sul.abubakar) telah menanda tangani bersama dan di daftyar olih syarikat guaman mssr roydk n davidson..1885 inti dari perjanjian itu :
    inggris@eropa dan johor riaulingga@melaka empayer ….tidak bolih dijajah/khianati ….mereka negara bersahabat dilindungi dan perairan nya (lautan ) di jaga bersama dari musuh/lanun..

    baginda sultan abubakar (lahir 1840/50 w.1935) ibni Sultan ahmad riayatshah 1752-1880(120/30 tahun) nama lain@ Raden salih sarief (bone/gowa
    djojakarta/tanh jawa) @raja ismail (Kalimantan/borneo)ahmad malik( perak) dan lain lain

    ayahnda nya Sultan sulaiman badrul alamshah bonda nya engku putioh@engku tengah daing putri cellak.. adinda baginda (raja ahmad) ialah Sultan muammad @ sultan mahmud III (anaknda nya sultan husin singapura /perak

    berbalik ke sultan abu bakar nama asal baginda …nama yang di beri olih inggris dato amar abd.rahman andak(wafat 1930)..dan Sultan abd.rahman muazamshahII olih belanda (w 1930)…

    saya adalah waris bagin yang ke 4 dari Sultan abubakr dan ke 6 Kerajaan melayu bugis @sultan sulaiman badrul alalamsha..di tangan saya grantanah @simtanah 1878(999tahun) dan gran tanah 1911 (selangor) kerajaan bugis anygerah raja lumu@sultan salihudin..maknya Sultan ahmad gunapakai ahmad salih (sarief bapa mertua) ahmad (malik bapamertua) dan seterus nya..allhuaklam..

  9. Saudara Tku Awi Ymt,

    Salam sejahtera dan Selamat Maju Jaya,

    Dlm menyampaikan sesuatu perkara itu biarlah menulis dgn betol lagi sempurna supaya mudah utk orangramai mengikuti tulisan tuan. Penyampaian harus tenang dan santai agar mudah diluahkan isi hati yg terpendam selama ini.

    Ada lebih baiknya jikalau tuan dpt menyajikan serta menyampaikan sejarah keluarga tuan dimulai dari Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II satu persatu satu hingga ketempat kedudukan Alm YM Mahadi seterusnya ke tuan sendiri.

    1. Bab Pertama
    Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II

    2.Bab Kedua
    Sultan Ahmad@Raja Ahmat@Mat Daeng

    3.Bab Ketiga
    Sultan Abu Balar

    4. Bab KeEmpat
    YM Mohamediaah

    5. Bab KeLima
    YM Mahadi

    6. Perjalanan cerita dari Pengiktirafan Ratu V. ke Sultan Abu Bakar

    7. Pengkianatan & Rampasan kuasa terhadap Sultan Abu Bakaku

    Pada pandanganku ini lebih kemas dan rapi.

    Sekian dan Wassalam
    Harun Aminurasyid
    Advocate & Ambassador
    Kingdom Filipina Hacienda In Singapore
    Autocratic Sovereign Monarchy
    of One World Government for the Constitution of Allah swt
    Mobile: +65 81589577
    http://www.royalsovereigncrown.ml
    http://www.indigenoustribes-gov.org

  10. Terima kasih banyak atas tambahan maklumat yang bermanfaat dari Tku Awi Ymt Mahadi. Apakah Tuan bermastautin di Temasek/Singapura?

  11. tidak bermustatin dan sebenarnya sy dilahirkan di singapura ayahnda saya dilahir di istana klang(selangor)bonda di melaka jodoh(berkhawin) disingapura..dikurniai 7 cahayamata saya salh saorang darimereka..

  12. sebenarnya gugsan kepulauan melayu ini dapat dihidupkan kembali erti lain tanah kesultanan melayu belum punah@lenyap… ini kerana kami/beta masih menyimpan mohor dan grant@sim tanah…sebagai bukti kukuh untuk menghidupkan kembali kerajaan kesultanan melayu nusantara.. jika di bawa ke icj pasti indonesia malaysia dan singapura membayar harga yang tinggi

    sy kekurangan dana untuk menghidupkan tanah @khimatan sarjan hukum jika bapak atau kenalan atau kenalan ahli peniaga yang ingin mendampingi syarikat sya /beta ..alu alukan disamping menjadi rakan niaga @directorship lahan lahan saya terletak di singapura..melaka..johor..dan selangor..harga permodalan sekecil 1,2juta malaysia atau 450 ribu singapura ..(setiap usaha ini akan kita jalani tahap bertahap)…..

  13. Ide yang menarik, walau mungkin sulit diwujudkan.

  14. Asalamualaikum Dr. Suryadi.
    semoga selalu dalam Lindungan Allah

    Saya Hasbi dari Daik Lingga. Kalau tidak salah Dr juga pernah menulis untuk laman budaya Jembia, saya juga sempat beberapa kali menulis disitu soal ketidak tahuan saya tentang sejarah yang ada di Kampong halaman saya ini sendiri.

    Dr. saya teringin sekali mendapat informasi soal peta perkampungan, benteng dan letak-letak Istane yang pernah dibangun di Daik semase Lingga Riau itu (1787-1901). Saya juge ingin tau, apakah betul di Leiden, Belanda ada menyimpan gambar Istana Damnah yang dibangun tahun 1860an.

    Jike memang ade, teringin sangat saye hendak melihatnya sebagai pijakan kami di Kampung ini untuk menjaga khazanah budaya dan memperbaiki ulang bentuk Replika Istane tersebut agar menyerupai bentuk aslinya dan dapat menjadi salah satu kebanggaan kami.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: