Posted by: niadilova | 10/08/2015

Minang Saisuak #230 – Orang Pendek

fb3861945eb448a71de5b345a15aaec9_minang-saisuak-minggu-9-agustus-2015-orang-pendek

Penduduk Sumatera pada umumnya mengenal cerita tentang orang pendek yang tinggal di pulau yang berhutan tropis lebat dan merimba raya ini. Ini puak yang berbeda dengan orang Kubu, Sakai, atau Talang Mamak (proto Melayu). Nama lokal yang diberikan kepadanya bermacam-macam: leco(ejaan lama: letjo), anak ote, dll. Di daerah Gunung Sago, Luhak 50 Kota, seorang teman menginformasikan bahwa nama yang diberikan kepada makhluk ini adalah anak ghoteh. Ada juga orang menyebut (si) bigau, tapi saya kurang pasti apakah ini makhluk dari jenis yang sama atau yang berbeda.

Tentang leco (lihat dalam gambar di atas, betapa kecilnya dibanding manusia), sebagian penduduk lokal di Sumatera mengkategorikan orang pendek ini sejenis binatang. Koran Sinar Deli (c.1932) pernah memuat cerita tentang seorang laki-laki yang kawin dengan leco perempuan. Akan tetapi ada yang mengatakan “letjo itoe sebangsa machloek jang sangat hampir kepada manoesia, boléh dikatakan setengah manoesia” (Pandji Poestaka No. 49, Tahoen X, 17 Juni 1932:758).

Pada tahun 1930-an terjadi perburuan terhadap orang pendek ini, antara lain pernah tertembak di Pasirpangarayan, Rokan Hulu (Pandji Poestaka, No. 44, Tahoen X, 31 Mei 1932:686). Rupanya, perburuan terhadap orang pendek itu dipicu oleh keinginan ilmuwan Eropa untuk memperoleh contoh makhluk ini untuk diselidiki. Perserikatan ilmuwan Belgia mau membayar “seratoes riboe roepiah. Lebih jaoeh gedoeng artja [museum] di Amérika soeka membeli benda [tubuh orang pendek] itoe semilioen dollar” (Pandji Poestaka, No. 49, Tahoen X, 17 Juni 1932:758). Beberapa laporan juga sudah ditulis oleh orang Eropa tentang makhluk ini (lihat Robert Cribb, “Nature Conservatism and Cultural Preservation in Convergence: Orang Pendek and Papuan in Colonial Indonesia”, dalam Stella Borg Barthet (ed.), A Sea for Encounters: Essays Towards a Postcolonial Commonwealth, Amsterdam – New York, NY: Rodopi, 2009: 223-242).

Iming-iming uang yang dijanjikan oleh ilmuwan Eropa itulah yang telah mendorong penduduk lokal memburu orang pendek ini. Karena dikhawatirkan akan dapat mengancam kelangsungan hidup spesies ini, maka otoritas kolonial pada waktu itu melarang melanjutkan perburuan terhadap makhluk ini. Pandji Poestaka No. 48, Tahoen X, 14 Juni 1932:749 menulis: “Memboeroe “Orang Pendék” diperhentikan. Deli Crt. Mewartakan bahwa Goebernoer Soematera Timoer telah memerintahkan pada Controleur didaérah Rokan soepaja oesaha memboeroe “Orang pendék” itoe diperhentikan; menoenggoe dahoeloe akan hasil pemeriksaan.”

Jadi, ilmuwan Eropa sudah lama mencoba mendapatkan makhluk yang disebut leco ini untuk kepentingan penyelidikan ilmiah. “Menoeroet tjerita-tjerita jang disampaikan kepada orang kampoeng, ialah akan memboektikan dan menjempoernakan keinginan hati sebahagian dari ahli-ahli ‘ilmoe pengetahuan jang menaroeh kejakinan, bahasa manoesia ini asalnja dari binatang. Maka létjo itoelah satoe djendjang jang akan dipergoenakannja djadi soeloeh penerangi ‘ilmoe orang pandai-pandai itoe. Rasanja dengan mendapat binatang, jang telah lama diidam-idam oléh ahli-ahli ditanah Éropah itoe, akan bergoentjang ‘ilmoe pengetahoean tentang asal oesoel manoesia itoe. (Pandji Poestaka, No. 49, Tahoen X, 17 Juni 1932:758).

Keingintahuan ilmuwan Eropa yang begitu tinggi terhadap leco ini terus berlanjut sampai sekarang. Keadaannya berbeda dengan di Tanah Air sendiri. Leco, bigau, anak ote, atau anak ghoteh lebih sering dihubungkan dengan hal-hal gaib, mistis, dan kesaktian rimba raya yang dianggap angker. Para antropolog dan zoolog kita tidak begitu tertarik menelitinya karena rasionalitas mereka disungkup kuat oleh kosmologi lokal mereka yang percaya kepada tahayul, mistik, dan kekuatan gaib.

Suryadi – Leiden, Belanda | Singgalang, Minggu 9 Agustus 2015 (Sumber foto: Pandji Poestaka, No.52, Tahoen X, 28 Juni 1932:808).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: