Posted by: niadilova | 29/06/2015

PPM #18 – Pembangunan pabrik & onderneming kopi dan teh di Sumatra’s Wetskust

“Padang, 24 Jan. (Aneta). Toean Moorman, jang akan membangoenkan onderneming di Ampoe [Ampalu?] Gadang didaérah goenoeng Ophir telah tiba di Padang. Onderneming itoe didirikan Koloniale Bank dan akan menanam kopi dan karét 25000 baoe loeasnja. (de Loc.).” (a)

Paberik téh baroe. Sepandjang kabar Aneta dari Padang, onderneming Huberta dari Cultuurmaatschappij Indrapoera telah meminta kepada firma Schlieper soepaja didirikan seboeah paberik téh, jang dalam 1 tahoen dapat memasak 500.000 pond téh kering.

Cultuur Mij. Batangsangirpoen meminta djoega pada firma Schlieper soepaja didirikan seboeah paberik téh jang dalam 1 tahoen dapat menjediakan téh kering 2.500.000 pond.

Kedoea paberik itoe akan didjalankan dengan kekoeatan air.” (b)

***

Laporan majalan Pandji Poestaka, No. 9, Tahoen V, 1 Februari 1927,  hlm. 135 (a) dan No. 79, Tahoen VIII, 3 Oktober 1930, hlm. 1260 (b) (rubrik Kroniek) tentang rencana pembangunan perkebunan kopi dan karet di lereng Gunung Ophir (Pasaman) oleh pengusaha Moorman dan pembangunan dua pabrik teh baru di daerah Pesisir Selatan dan Solok Selatan yang kapasitas produksi masing-masingnya sebesar 500.000 dan 2.500.000 pond teh kering. Laporan ini menginformasikan kepada kita fragmen sejarah tentang pembangunan perkembunan-perkebunan teh di daerah Solok Selatan/Alahan Panjang dan Pesisir Selatan pada tahun 1930-an.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 28 Juni 2015


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: