Posted by: niadilova | 29/06/2015

Minang Saisuak #226 – Mohamad Nazir Datoek Pamontjak

5473a364e755db5ef39ee4af907f5877_dszf

Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan foto dan biografi singkat Mohamad Nazir Datoek Pamontjak. Beliau adalah salah seorang putra Minangkabau yang menjadi diplomat perintis, seperti halnya H. Agoes Salim, Zairin Zain, Bagindo Dahlan Abdoellah, dll.

Mohamad Nazir Datoek Pamoentjak lahir di Salayo, Solok, pada 10 April 1897. Beliau masuk sekolah rendah di Sumatera Barat sebelum melanjutkan pendidikan ke HBS di Batavia. Selama bersekolah di ibukota Hindia Belanda itulah Nazir aktif dalam oraganisasi Jong Sumatranen Bond (JSB) yang didirikan pada 9 Desember 1917 di Batavia.

Pada tahun 1918 Nazir datang ke Padang sebagai utusan JSB. Tujuannya untuk mendirikan cabang JSB di Padang dan mengajak anak-anak muda berhaluan nasionalis di kota itu untuk bergabung ke dalam organisasi ini. Waktu itulah Mohamad Hatta dan Bahder Djohan mulai ikut bergabung dalam JSB.

Kemudian Nazir melanjutkan pendidikannya ke Belanda. Nazir sampai di Negeri Belanda pada bulan Juni 1919. Dia, bersama dua orang lainnya, Soebardjo dan A.A. Maramis, termasuk rombongan pertama mahasiswa Indonesia yang pergi ke Belanda setelah Perang Dunia 1. Mereka belajar hukum di Universitas Leiden.

Selama berada di Belanda, Nazir aktif dalam Perhimpoenan Indonesia (De Indonesische Vereeniging, PI), organisasi para pelajar Indonesia di Belanda (sebelumnya bernama Perhimpoenan Hindia, DeIndische Vereeniging) yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Banyak pertemuan ilmiah dan politik telah diikuti Nazir, antara lain Kongres ke-4 Indonesisch Verbond(Perserikatan Indonesia) di Lunteren (23-26 Agustus 1920). Selain itu, Nazir juga pernah menjadinative speaker Bahasa Melayu di Universiteit Leiden, menggantikan teman seetnisnya, St. Mohamad Zain (sebelum St. Mohamad Zain, posisi ini dijabat oleh Bagindo Dahlan Abdoellah yang juga berasal dari Minangkabau/Pariaman).

Pada 1927, bersama dengan Mohamad Hatta, Ali Sastroamidjojo dan Raden Mas Abdul Madjid Djojoadhiningrat, Nazir ditangkap dan dipenjarakan oleh polisi Belanda karena, sebagai pengetua PI, mereka dituduh (atas bisik-bisik L.C. Westenenk kepada polisi Belanda) terpengaruh komunisme melalui Muso dkk. di Moscow. Belakangan tuduhan itu terbukti tidak benar, dan Nazir dkk. kemudian dibebaskan.

Pada 1940 Nazir kembali ke Indonesia, dan terus aktif di bidang politik, meskipun cenderung bergerak di luar partai. Menjelang berakhirnya kolonialisme Belanda dan Jepang di Indonesia, Nazir menduduki berbagai jabatan, antara lain menjadi anggota parlemen.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, Nazir menjadi salah satu ujung tombak diplomasi Indonesia di fora internasional. Pada tahun 1950 ia diangkat menjadi Duta Republik Indonesia Serikat untuk Perancis yang berkedudukan di Paris. Setelah Indonesia kembali ke negara kesatuan, Presiden Soekarno mengangkatnya menjadi Duta Besar RI di Manila. Nazir wafat selagi menjalankan tugas diplomatiknya di Manila pada 10 Juli 1966.

Demikianlah sekelumit riwayat hidup salah seorang putra Minangkabau yang menonjol di zamannya ini. Sejauh yang saya ketahui – terima kasih pula kepada Uda Hasril Chaniago yang telah memberi informasi tambahan – Mohamad Nazir Datoek Pamontjak, pendiri gedung KBRI Manila ini, belum mendapat penghargaan selayaknya dari negara – Bintang Mahaputra pun belum. Oleh sebab itu, kiranya beliau sangat layak diajukan oleh masyarakat Minangkabau sebagai pahlawan nasional.

Suryadi – Leiden, Belanda | Singgalang , Minggu, 28 Juni 2015 (Sumber foto: Harry Poeze, Di Negeri Penjajah, 2008: 360).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: