Posted by: niadilova | 25/04/2015

Kilas Balik : Skandal kemenangan Yahya Datuk Kayo menjadi anggota Volksraad dan perjuangan kaum penghulu mempertahankan hak-hak istimewa mereka (1927)

zaZzA. Sum[atra] Bode mewartakan, di Payakumbuh baru-baru ini diadakan vergadering [rapat] oleh ± 5000 orang kepala negeri dan wakil-wakil dari Tanah Datar. Oleh vergadering itu diputuskan akan memajukan permohonan kepada Dewan Hindia dengan kawat supaya t[uan] Lutan diangkat pula menjadi lid [anggota] Volksraad, karena t[uan] [Jahja] Datuk Kayo yang terpilih jadi lid Volksraad itu tak dipandang sebagai wakil Minangkabau (J[ava] B[ode]).

B. Tentang vergadering P(erkumpulan) A(dat) A(lam) M(inangkabau) di Payakumbuh yang diadakan pada 26 Januari y[ang] l[alu], yang dihadiri oleh kira-kira 300 orang penghulu-penghulu, dan yang sudah diberitakan tempo hari, kita petik lagi dari s[urat] k[abar] Sin[ar] Soem[atra], sebagai berikut:

Perkumpulan itu merasa kecewa sekali karena adanya peraturan pemilihan lid Volksraad sekarang, oleh sebab suara 25000 penghulu di Minangkabau dapat dikalahkan oleh 22 suara dari Padang Panjang (penghulu-penghulu di Minangkabau, kecuali yang di Afd[eling] Padang Panjang hampir rata-rata menyetujui t[uan] Lutan sebagai wakilnya di Volksraad).

Vergadering juga mengambil keputusan akan mempersembahkan ke hadapan T[uan B[esar]  Gubernur Jenderal:

1e [Pertama]: minta dihidupkan pangkat larashoofd, pangkat penghulu wijk dan Regent buat di Padang.

2e [Kedua]:  minta diubah nagari-ordonantie, supaya sekalian penghulu boleh menjadi anggota rapat nagari, dan sama-sama bebas [dari kewajiban] membayar uang rodi.

3e [Ketiga]:  minta diadakan onderafdeeling raad di Payakumbuh.

Lain daripada itu, diputuskan juga akan mempersembahkan keris ke hadapan T[uan] G[ubernur] Jenderal.

Besoknya, tanggal 27 Januari [1927], didirikan pula P.A.A.M itu di Tanah Datar. Vergadering yang pertama ini, yang dihadiri oleh 500 penghulu, diadakan di Fort v[an] d[er] Capellen [Batusangkar]; beberapa ambtenar-ambtenar Eropa dan bumiputra kelihatan pula pada vergadering itu. Vergadering dibuka dengan pembicaraan t[uan] controleur.

Berhubung dengan pergerakan Communist, vergadering semufakat mendirikan P.A.A.M, akan mempertahankan adat dari serangan communist.

Sesudah selesai memperkatakan urusan perkumpulan, diperkatakan pula tentang apa yang dipersembahkan ke hadapan T[uan] B[esar] G[ubernur] G[eneral]. Putusan vergadering: hendak minta diadakan pangkat laras kembali, uang rodi minta ditukar namanya dengan belasting jalan, sekalian penghulu supaya diberi hak menjadi anggota kerapatan negeri dan sama-sama dibebaskan dari uang serayo dan belasting diri, minta diadakan Landrechter, [dan] hutan rimba minta dipulangkan kembali kepada penghulu.

***

Sumber: A: Pandji Poestaka, No. 9, Tahoen V, 1 Februari 1927, hlm. 135 (rubrik Kroniek); B:  Pandji Poestaka, No. 14, Tahoen V, 18 Februari 1927, hlm. 225 (rubrik Kroniek). Ejaan disesuaikan dengan EYD; bagian kalimat dalam tanda [ ] dan foto ilustrasi merupakan tambahan dari penyalin.

Penyalin: Suryadi, Leiden University, Belanda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: