Posted by: niadilova | 24/11/2014

Minang Saisuak #198 – Mr. Dr. Mohamad Nazief: Putra Koto Gadang yang Sukses

bc9a44626210c806fbfe8f28f0a4088d_minang-saisuak

Nagari Koto Gadang di dekat Bukittinggi adalah gudang orang-orang pintar sejak dulunya. Ini tiada lain disebabkan oleh sikap terbuka anak nagari itu terhadap sistem pendidikan Eropa, sebagaimana ditunjukkan oleh Elizabeth E. Graves dalam bukunya The Minangkabau response to Dutch colonial rule in the nineteenth century. (1981; lihat terjemahan Indonesianya 2007). Sudah sejak akhir abad ke-19 masyarakat Koto Gadang bergotong-royong menyekolahkan anak kemenakan mereka ke sekolah sekuler, sampai-sampai mereka mengirim anak kemenakan mereka bersekolah ke Batavia dan ke Belanda. Daftar anak-kemenakan orang Koto Gadang yang pergi bersekolah dan yang lulus selalu dimuat dalam Berita Kota Gedang, surat kabar yang menjadi media komunikasi masyarakat Koto Gadang tinggal di kampung dan di rantau.

Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan profil salah seorang dari warga Koto Gadang yang sukses di zamannya: Mr. Dr. Mohamad Nazief. Ia adalah intelektual bumiputera pertama yang diangkat sebagai Sekretaris Pemerintah Hindia Belanda tahun 1937.

Mohamad Nazief lahir di Koto Gadang tgl. 30 Oktober 1900. Mula-mula ia masuk Sekolah Raja (Kweekschool) di Fot de Kock (Bukittinggi), kemudian ia meneruskan studinya ke Sekolah Hukum (Rechtschool) di Batavia dan tamat tahun 1923. Setelah itu ia berangkat ke Negeri Belanda untuk melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Leiden. Selama di Belanda ia aktif dalam organisasi Perhimpoenan Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan bagi Indonesia. Dari Universitas Leiden Nazief mendapat gelar Meester in de Rechten (Mr). Kemudian ia melanjutkan studinya ke Universitas Sarbonne, Paris, selama 2 tahun. Pada bulan September 1927 Mohamad Nazief kembali ke Tanah Airnya (Pandji Poestaka , No. 56/Th V/15 Juli 1927:960 [Kroniek]) dan melanjutkan studinya lagi di Sekolah Hukum Tinggi di Batavia. Pada 10 Agustus 1928 ia berhasil meraih gelar Doctor (Dr) di bidang ilmu kehakiman dengan judul disertasi ”Djatoehnja Negeri Merina di Madagaskar”. Foto yang kami tampilkan ini diambil saat wisuda Doktornya. Lihatlah, orang Minang pada masa itu bangga memakai pakaian adatnya, walau jauh dari kampung halamannya.

Setelah selesai dengan studinya, Mr. Dr. Mohamad Nazief segera mendapat pekerjaan yang bagus. Mula-mula ia bekerja di Departemen Keuangan (Financin), kemudian pada 1933 ia dipindahkan ke jabatan Referendaris di Algemenee Secretarie di Bogor. Empat tahun kemudian (1937) jabatannya naik menjadi Sekretaris Pemerintah Hindia Belanda. Mohamad Nazif juga merupakan salah seorang peserta Kongres Pemuda 1928.

Demikian sekelumit kisah hidup Dr. Mr. Mohamad Nazief. Ada baiknya sejarawan Sumatera Barat menyusun direktori orang-orang Koto Gadang di Panggung Sejarah. Rupanya sejak akhir abad ke-19 mereka sudah mendiaspora dan bertebaran di mana-mana. Mr. Dr. Mohamad Nazief adalah salah seorang di antaranya.

Suryadi – Leiden, Belanda (Sumber foto: Pandji Poestaka, No. 93, Thn XV, 19 November 1937:1824) |Singgalang, Minggu, 23 November 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: