Posted by: niadilova | 13/10/2014

Minang Saisuak #193 – Soetan Zakaria: Hoofddjaksa Riau (1923)

fcfe3c935d4f8c63c1c4ae05e0f4e316_minang-saisuak-soetan-zakaria-hoofddjaksa-riau-1923

Dalam sumber yang kami rujuk, di bawah foto ini tertulis: “J.m.t [Jang moelia toean] SOETAN ZAKARIA gelar SOETAN AMIN ‘ALAM Hoofddjaksa Riau dan daerah ta’loeknja”. Jadi, tokoh yang kami turunkan dalam rubrik Minang Saisuak kali ini adalah seorang petinggi hukum di zaman Hindia Belanda. Dari namanya dapat dikesan bahwa ia berasal dari Minangkabau. Dan memang demikianlah fakta yang sesungguhnya.

Soetan Zakaria gelar Soetan Amin Alam dilahirkan di Koto Gadang dalam tahun 1863. Jadi, ini seorang putra Koto Gadang lagi yang menonjol di zamannya. Memang kita harus angkat jempol dalam soal kontribusi Koto Gadang dalam melahirkan orang-orang hebat di zaman saisuak. Soetan Zakaria adalah salah satu saja dari lusinan putra Koto Gadang yang berpendidikan dan meniti karier di mana-mana di wilayah Nusantara.

Sebagaimana banyak putra Koto Gadang lainnya, Soetan Zakaria membina kariernya dalam administrasi Binnenlands Bestuur (BB) Hindia Belanda. Mula-mula ia magang di kantor Hoofddjaksa(Jaksa Kepala) Padang (mulai 1 Juni 1890). Selanjutnya pada tanggal 19 Agustus 1898 ia jadi Adjunct Djaksa di Fort de Kock. Mulai tanggal 7 Mei 1897 ia diangkat menjadi Cipier’s Lands gevangenis (sipir penjara) di Batusangkar, tapi ia tidak begitu menyukai pekerjaan itu. Ia diberhentikan dari pekerjaan itu dengan besluit Pemerintah tertanggal 22 Mei 1907. Kemudian ia pergi ke Betawi.

Pada tanggal 12 Agustus 1908 Soetan Zakaria diangkat menjadi Hoofddjaksa di Kupang, Timor. Setelah 15 tahun bertugas di Timor, pada tanggal 17 Mei 1923 ia dimutasikan ke “Tandjoeng Pinang mendjadi Hoofddjaksa Riau dan daerah ta’loeknja”. (Volksalmanak Melajoe 1923:224).

Itulah sedikit catatan tentang kisah hidup Soetan Zakaria gelar Soetan Amin ‘Alam yang kami ketahui. Belum didapat informasi di mana dan kapan beliau meninggal. Foto ini sangat mungkin dibuat tahun 1923 ketika ia berusia sekitar 60 tahun. Barangkali masih ada kaum famili Soetan Zakaria di Koto Gadang sekarang dan foto ini tentu dapat melepas taragak mereka kepada nenek moyangnya.

Suryadi – Leiden, Belanda (Sumber foto: Volksalmanak Melajoe 1923:225) | Singgalang, Minggu, 12 Oktober 2014


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: