Posted by: niadilova | 11/11/2013

Minang Saisuak #150 – Jemaah Haji dari Kerinci di Mekah (1884)

178ccb7362401ea2b0f3476f700d37e0_jemaah-haji-dari-kerinci-di-mekah-1884

Pada tahun 1869 Belanda membuka konsulatnya di Jeddah. Salah satu fungsi utama konsulat itu adalah mencatat dan mengawasi para jemaah haji yang datang dari Hindia Belanda. Pengawasan terhadap jemaah haji dari daerah jajahan Belanda itu diperlukan karena makin meningkatnya semangat Pan-Islamisme di kalangan bangsa-bangsa terjajah yang bergama Islam pada paroh kedua abad ke-19, termasuk di dunia Melayu-Nusantara.

Foto klasik persembahan rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan salah satu bukti dari tugas pengawasan Konsulat Belanda itu: potret jemaah haji Hindia Belanda. Tepatnya, ini adalah foto sekelompok jemaah haji asal Kerinci di Sumatra. Pembuatan foto ini dilakukan atas instruksi penasehat Pemerintah Hindia Belanda yang juga guru besar Universitas Leiden, C. Snouck Hurgronje (1857-1936).

Foto ini dibuat pada akhir tahun 1884. Lokasinya berada di Konsulat Belanda di Jeddah, sebagaimana diinformasikan oleh judul foto ini: Groepsportret hadjis (hajs) uit Kerintji in het Nederlandsce Consulaat in Jeddah. Tampak 5 orang jemaah haji asal Kerinci yang duduk berjongkok dan bersila sambil memegang pas hajinya. Di latar belakang (berjas hitam) adalah syekh mereka yang juga berasal dari Kerinci. Pada abad ke-19 cukup banyak jemaah haji dari Kerinci yang pergi ke Mekah. Masyarakat Kerinci dikenal sebagai komunitas yang cukup awal menerima agama Islam di Sumatra.

Pada tahun 1880-an perjalanan haji dari Hindia Belanda sudah memakai kapal asap. Namun demikian, situasi dalam perjalanan masih penuh dengan rintangan, juga di Tanah Suci sendiri. Penunaian ibadah haji pada masa itu adalah sebuah perjuangan berat. Banyak (calon) jemaah yang meninggal di perjalanan, ditipu oleh orang Arab dan bangsa sendiri, atau mati kena penyakit (lihat disertasi Abdoel Patah, 1935). Tapi semua itu seolah tak dihiraukan oleh para pencari karunia Tuhan itu.

Suryadi Leiden, Belanda. (Sumber foto: Tropenmuseum Amsterdam) | Singgalang, Minggu, 10 November 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: