Posted by: niadilova | 07/10/2013

Minang Saisuak #147 – Sudut kampung di Sungai Lasi, Solok

fadb90de54609ccaf153308402ead4c0_minang-saisuak-sudut-kampung-di-sungai-lasi-solok

Berkat teknologi fotografi modern yang ditemukan pada tahun 1880-an, banyak pemandangan kampung dan nagari di Minangkabau pada masa lampau berhasil diabadikan oleh para fotografer, penjelajah, dan ilmuwan Eropa.

Rubrik Minang Saisuak’ kali ini menurunkan satu foto klasik yang merekam pemandangan di sebuah sudut kampung di Sungai Lasi, Solok. “Van Sumatra’s Westkust, Kampong interieur (Soengy Lassie)” (’Dari Sumatra Barat, Pedalaman Kampung Sungai Lasi’), demikian judul foto ini. Foto ini dibuat sekitar 1911. Tidak disebutkan nama mar kodaknya.

Lihatlah tipe jembatan di Minangkabau pada abad 18 dan 19 yang diberi atap. Di sebelah sananya ada sebuah bangunan besar, mungkin sebuah balai adat (balairuang). Terlihat hutan-hutan yang masih merimbuni perbukitan di sekitarnya. Jembatan seperti ini ditemukan di banyak nagari di Minangkabau pada masa lampau. Belum terang benar apa makna dan falsafah di balik pemberian atap pada jembatan di Minangkabau pada zaman itu.

Bagi penduduk Sungai Lasi sekarang, mungkin dapat maagakagak kampung mana di daerah itu yang diabadikan dalam foto ini. Menurut Wikipedia, sekarang Sungai Lasi berstatus sebagai sebuah kecamatan dengan mana IX Koto Sungai Lasi, yaitu salah satu kecamatan dalam wilayah administrasi Kabupaten Solok. Ada 9 nagari dalam wilayah Kecamatan ini: Taruang-Taruang, Siaro-Aro, Bukit Bais, Sungai Durian, Pianggu, Sungai Jambua, Guguak Sarai, Indudur, dan Koto Laweh.

Penduduk Sungai Lasi umumnya petani sawah dan ladang. Ibu kecamatan berada di Pianggu. Daerah ini terkenal dengan hasil buah-buahannya yang bermacam ragam dan enak manyalinok. Berada di lereng pegunungan Bukit Barisan yang curam, kelestarian alam Sungai Lasi harus dijaga agar jangan terjadi bencana alam seperti banjir bandang yang akan merugikan rakyat berderai. Foto klasik ini mengigatkan kita yang hidup zaman ini untuk tetap memelihara hutan di lereng-lereng perbukitan di Sungai Lasi.

Suryadi – Leiden, Belanda. (sumber foto: http://www.weekbladbuiten.net/OZfoto2Dasplist.asp).Singgalang, Minggu, 6 Oktober 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: