Posted by: niadilova | 22/04/2013

Minang Saisuak #131 – Sukarno Salat di Bumi Minang

4fc318fa5239fa0af204ba406036078d_minang-saisuak-sukarno-salat-di-bumi-minang

Kodak yang merekam sejarah perjuangan bangsa Indonesia ini pertama kali muncul di lamanfacebook Novaril On. Saya diberitahu oleh Nasrul Azwar tentang keberadaan foto langka ini. Dari komunikasi dengan Bapak Novaril diperoleh keterangan bahwa foto ini adalah koleksi Bapak Mader (almarhum) di Sianok yang kemudian diwariskan kepada ketrurunannya: Ir. Zuberdi Mader (Jakarta) dan Liberty (Padang). Di masa hidupnya Mader adalah seorang komandan perjuangan rakyat di Agam. Informasi ini diberikan oleh adik istri almarhum Mader yang bernama Buchari yang tinggal di Solok. Belum diperoleh informasi lebih lanjut dari si pewaris foto mengenai konteks geografis dan sejarah foto ini. Namun demikian dapat diduga bahwa foto ini merekam satu momen dalam kunjungan presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno, ke Ranah Minang.

Pada bulan September 1948 Presiden Sukarno mengunjungi Sumatera Barat. Waktu beliau mendarat di lapangan udara Gadut, masyarakat darek berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau. Anwar Harry St. Pamenan di http://www.facebook.com/ media/set/?set=a.125421292676.107804.124914792676&type=1 menulis bahwa setelah dari berpidato di Bukittinggi rombongan Presiden Sukarno pergi ke Matur. Di Matur beliau berpidato pula di hadapan massa rakyat yang terus-menerus meneriakkan pekik ‘merdeka!’.

“Anak-anak sekolah yang sejak pukul 10.00 telah berbaris dengan pakaian rapi dan bersih, sekarang setelah dihantam hujan seluruh pakaian mereka menjadi lengket bersatu dengan kulit”, tulis Anwar. “[S]ekitar jam 14.00 Presiden sampai di Matur yang di dahului oleh barisan pengawal. Presiden turun dengan pakaian serba putih mendekati rakyat, serta dengan penuh senyum membalas tiap pekikan merdeka, berjalan tenang dan gagah di hadapan rakyat yang bagaikan lebah itu. Setelah istirahat selama 15 menit Presiden menuju panggung podium untuk mulai pidato kenegaraannya. Sebelum itu di dahului dengan lagu ‘Indonesia Raya’, kemudian diiringi dengan lagu ‘Sorak Sorak Bergembira’ dan seterusnya lagu ‘Dari Barat Sampai Ke Timur’. Semua nyanyian anak sekolah ini dipimpin oleh guru Nurbani. Presiden pun ikut bernyanyi serta ikut pula menggerak-gerakkan tangannya seperti memberikan semangat kepada anak-anak sekolah yang sedang bernyanyi”.

Belum diperoleh informasi yang akurat di mana Presiden Sukarno dan rombongan shalat Jumat bersama sebagaimana terekam dalam foto ini, kecuali bahwa yang berdiri paling kanan adalah Gubernur Sumatera pertama Teuku Muhammad Hasan (1945-1949) yang berasal dari Aceh (lihat:http://id.wikipedia.org/wiki/Teuku_Muhammad_Hasan). Barangkali foto ini dibuat ketika Presiden Sukarno dan rombongan masih berada di Bukittinggi sebelum bergerak ke Matur. Yang jelas, foto ini menyampaikan pesan kepada kita bahwa di zaman perjuangan, dalam kesulitan apapun para pemimpin bangsa ini dulunya tak lupa menjalankan kewajiban agamanya.

Suryadi – Leiden, Belanda (Sumber foto: Almarhum Mader, Sianok) | Singgalang, Minggu, 21 April 2013


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: