Posted by: niadilova | 16/07/2012

KPM #89 – KAMI BERLAYAR BESOK PAGI

Dulu kata bermisal adalah keniscayaan dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Minangkabau. Dalam setiap diri orang Minangkabau dewasa, khususnya kaum prianya, tertanam prinsip ‘bakato baumpamo, barundiang bakiasan’. Dengan prinsip itu, emosi yang muncul dalam komunikasi lisan dipindahkan dari badan ke dalam tuturan. Marah Nada tidak tampak lewat mata yang memerah dan membelalak, tapi lewat idiom-idiom metaforis dalam kalimat setajam siraut dan sembilu. Pantun Minangkabau adalah salah satu pengejawantahan dari prinsip itu, sebagaimana dapat dikesan lagi di nomor ini (98).

688.

Jangan tadulang-dulang sajo,

Padi dimano ditugakan?

Jangan bapulang-pulang sajo,

Kami dimano ditinggakan?

689.

Antaro Tiku jo Pariaman,

Di situ padi ditugakan,

Antara pintu jo halaman,

Di situ Adiak den tinggakan.

690.

Dahulu pandan babungo,

Kini bingkuang anyo lai,

Dahulu badan baguno,

Kini tabuang anyo lai.

691.

Banyak kajang pakaro kajang,

Kajang kami kajang tabuang,

Banyak dagang pakaro dagang,

Dagang  kami dagang tabuang.

692.

Pulau Talam Pulau Tarika,

Katigo pulau bantuak taji,

Jawek salam tolan nan tingga,

Kami balayia bisuak pagi.

693.

Tinggi bukik Gunuang Sitoli,

Bukik bapaga buah palo,

Bukan sadikik arok kami,

Sabanyak rambuik di kapalo.

694.

Ka rimbo baolah tuduang,

Katuduang di tangah hari,

Kok tacinto pandanglah gunuang,

Di baliak gunuang badan kami.

695.

Panuah marimbo padi Jambi,

Sipuluik jangan ditugakan,

Jauah taibo hati kami,

Diunjuak tidak dibarikan.

696.

Jangan bak itu tarah papan,

Jauah marimbo padi Jambi,

Jangan bak itu kato tolan,

Jauah taibo hati kami.

Sebuah tanya dalam bait 688 yang meminta kepastian dari orang yang akan ditinggalkan berbuah jawab demgan ungkapan yang manis dalam bait 689: antara pintu dan halaman. Artinya, perpisahan dua sejoli itu terjadi di anak tangga. Tak dapat saya sembunyikan kekaguman saya pada ungkapan ‘antara pintu dan halaman, di sana Adik kutinggalkan.’ Rasanya mengena sekali di sudut hati.

Suara-suara wanderer muncul lagi dalam dua bait berikutnya (690 dan 691). Ada suara berhiba hati dari dagang yang terbuang, sebatang kara yang mungkin akan hilang di rantau nan bertuah. Memang sudah tak terhitung banyaknya perantau Minang yang hilang tak tentu rimbanya di rantau, peristiwa yang luput dari perhatian umum karena biasanya yang mengemukan hanyalah cerita tentang perantau sukses yang pulang kampung di hari lebaran dengan sedan pintu balapik.

Ucapan selamat tinggal dengan syahdu diungkapkan dalam bait 692. Begitu jauh rantau yang akan dihadang, entah akan bersua kembali entah tidak. Namun demikian, pihak yang ditinggalkan senantiasa memasang harapan ‘sebanyak rambut di kepala’ dalam hati mereka (bait 693). Mungkin itulah tali rahasia yang membuat banyak perantau Minangkabau senantiasa teringat kepada kampung halaman mereka.

Bait 694 sungguh manis ungkapan literernya: kalau ingan kepadaku, pandanglah puncak gunung Singgalang atau Merapi. Di balik gunung itulah kini orang yang engkau rindukan sedang berjuang meneruskan cita-cita. Bersabarlah menunggu, karena dia pasti akan kembali. Kalau suka bunda melepas, insya Allah ‘ayam akan pulang ke pautan.’

Ada nada guyu nan bagamangkan pada bait 695. Kalau meminjam istilah anak muda sekarang: ‘sudah baiyo baindak’an, gayanya serius, tapi ternyata main-main. Mengecewakan banget. Apalagi tindakan seperti itu dibarengi pula dengan kata-kata yang menghibakan hati dan menyinggung perasaan (bait 696).

Pesan dalam dua bait terakhir ini adalah pelajaran kepada pencinta yang pura-pura dan tidak setia. Ingatlah bahwa hati wanita itu adalah pualam.  Sekali hati wanita disakiti itu berarti Anda menambah sendiri liku jalan Anda ke sorga.

(bersambung minggu depan)

Suryadi [Leiden University, Belanda] | Padang Ekspres, Minggu, 15 Juli 2012


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: