Posted by: niadilova | 19/09/2011

Minang Saisuak #64 – Pemandian Sungai Tanang

minang-saisuak-pemandian-sungai-tanang

BABENDI-BENDI KA SUNGAI TANANG…, demikian bunyi penggalan lirik salah satu lagu pop Minang yang terkenal yang dipopulerkan Oslan Husein. Babendi-bendi ka Sungai Tanang / Singgah mamatiak kuntum lambanyuang / Hati siapo indak ka sanang / Maliek si Upiak manari payuang, demikian bunyi bait pertama pantun dari teks lagu tersebut, yang mungkin dapat menyambungkan pikiran pembaca dengan foto klasik yang ditampilkan dalam rubrik Minang Saisuak SinggalangMinggu kali ini.

Judul foto ini, seperti tertulis di bagian atasnya, adalah: Fort de Kock, Badplaats Soengai Tanang(Kolam renang Sungai Tanang di Fort de Kock). Dalam konteks ini kata badplaats artinya adalah pemandian/ sumber air untuk menyembuhkan penyakit. Ada beberapa foto klasik lain dan juga sejumlah lukisan tentang objek pemandian Sungai Tanang ini yang tersimpan di beberapa perpustakaan dan museum di Belanda. Dalam beberapa foto klasik itu tempat ini disebut pulazweembad yang artinya kolam renang.

Foto ini (ukuran 9 x 14 cm.) dibuat sekitar tahun 1910 dalam bentuk prentbriefkaart (kartu pos), namun tidak disebutkan siapa mat kodaknya. Foto ini diproduksi oleh M. Rosenberg & Co. di Padang.

Rupanya Sungai Tanang, nagari yang terdapat dalam kecamatan Banuhampu, kabupaten Agam, sudah lama menjadi terkenal berkat pemandiannya yang berair jernih bak mata kucing itu. Dalam foto-foto lain dapat dikesan bahwa airnya jernih seperti cermin. Sejak dari dulu banyak orang percaya air Pemandian Sungai Tanang ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Seyogianya sumber air di Sungai Tanah ini dipelihara baik-baik. Sebait pantun yang lain mungkin mengingatkan kita agar memelihara keasrian sumber air di Sungai Tanang: Janiah aianyo Sungai Tanang/Minuman urang Bukiktinggi/Tuan di rantau……………./Baolah tompang……………. (silakan para pembaca yang budiman melengkapi dua baris isi pantun di atas).

Semoga masyarakat Agam khususnya dan Indonesia pada umumnya tetap menjaga lingkungan alam tempat tinggal mereka. Hanya dengan begitu air jernih bak mata kucing di Sungai Tanang tidak berubah menjadi keruh. Dan semoga nama Sungai Tanang tetap abadi. Cukuplah kiranya satu negeri saja yang bernama Sungai Dareh.

Suryadi Leiden, Belanda. (Sumber foto: KITLV Leiden, Belanda).

Singgalang, Minggu, 18 September 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: