“Adalah tiga lapisan benteng jang mentjeraikan bangsa itoe dan bangsa lain. Pertama sjak wasangka (vooroordeel), kedoea bahasa (taal) dan ketiga agama.”
Kutipan di atas berasal dari pidato anggota Fraksi Nasional, Abdoel Rasjid, dalam sidang Volksraad tanggal 13 Juli 1938, dua minggu setelah para intelektual dan pemuda republiken usai mengadakan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo (25-28 Juni), sebagai pengejawantahan salah satu ikrar Sumpah Pemuda yang telah dicetuskan sepuluh tahun sebelumnya, yaitu “Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”.
Read More…









Recent Comments